Selamat Datang

... di situs resmi Kongregasi Bruder St. Aloysius

Kapitel Umum 2020

Identitas dan Misi Bruder CSA Mewujudkan Pelayanan Profesional

Perayaan Syukur 20 Tahun Kemandirian CSA

Perayaan syukur 20 tahun kemandirian CSA indonesia dan Rahmat panggilan.

Workshop bersama para bruder se-NTT

Wujud pembinaan yang berkelanjutan bagi para bruder di tempat karya.

Jubileum 150 thn CSA di Indonesia

Mengenang awal kehadiran Bruder CSA di Indonesia pada tahun 1862.

Evaluasi bersama akhir tahun

Pencarian bersama kehendak Roh Kudus dalam hidup dan karya para Bruder CSA.

Perayaan syukur hidup membiara

Syukur atas rahmat kegembiraan, persaudaraan, dan kesetiaan dalam hidup membiara.

Minggu, 26 Desember 2021

Hidup Kita Bulan Desember 2022

Media komunikasi Bruder CSA Indonesia yakni majalah HK kembali hadir di tengah para Bruder dan para sahabat semuanya dengan tema "22 Tahun Kemandirian CSA Indonesia".

Selamat membaca dan jangan lewatkan satu Rubrik pun, isinya sangat menarik dan lain dari yang lain.

Kamis, 25 November 2021

Refleksi Generasi Muda CSA tentang Kemandirian CSA itu Indah

 

KEINDAHAN DALAM CSA

(Br. Alfonzsh R. Banase, CSA)

(Tulisan berikut merupakan sebuah refleksi sederhana menyambut kemandirian CSA di Indonesia)

PROLOG

Dalama Kamus Besara Bahasa Indonesia, kemandirian diartikan dengan hal atau keadaan seseorang dapat berdiri sendiri atau tidak bergantung kepada orang orang lain. Artinya bahwa kemandirian adalah kesiapan dan kemampuan individu untuk berdiri sendiri yang ditandai dengan menentukan nasib sendiri, kreatif, inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab dan mampu menahan diri.

Merefleksikan kembali perjalanan kemandirian CSA di Indonesia ini bukanlah barang jadi atau sesuatu yang ada dengan sendirinya, tetapi merupakan hasil dari proses yang panjang dengan melewati berbagai persoalan. Bahkan dalam proses perencanaan awal kemandirian saja sudah mengalami penolakan secara halus. Hal ini disampaikan oleh Br. Theo Sponselee dalam kunjungannya ke Indonesia pada tahun 1986 dengan membawa pesan yang hanya sebagai suatu gagasan, tetapi mengakibatkan suatu kehebohan besar. Salah seorang bruder Indonesia menyatakan perasaannya dengan suatu metafora: ‘seekor ayam tidak pernah akan melepaskan anak-anaknya’. Seorang bruder lain menyatakan rasa pahitnya dengan  kata-kata: ‘dewan umum Belanda lebih suka melepaskan kekuasaannya atas bruder Indonesia, daripada menjalankan  kekuasaan itu bersama bruder Indonesia’. Tentu ini hanya persoalan awal yang diikuti banyak persoalan dan kesulitan. Meskipun demikian, tepat pada tanggal 25 Nopember propinsi Indonesia dipisahkan dari kongregasi induk dan diakui sebagai kongregasi diosesan dan otonom: Kongregasi Para Bruder Santo Aloisius Gonzaga, Semarang.

 

KEINDAHAN CSA

Melihat perjalan kemandirian CSA Indonesia ini, sebagai generasi muda CSA saya sangat berbangga kepada para bruder yang sudah berjuang mewujudkan kemandirian itu. Dalam lika liku perjalanan CSA itu, sebagai generasi muda saya merefleksikan dan menemukan keindahan yang dimiliki oleh para bruder CSA pendahulu yang memperjuangkan kemandirian, yang tidak dimiliki oleh orang lain. Mungkin orang lain memilikinya tetapi belum tentu sama. Jika keindahan ini benar-benar dihayati dan dihidupi, maka CSA bisa menjadi teladan bagi setiap orang yang dilayani.

 

Keindahan itu adalah Persaudaraan, Kasih dan Damai (PKD). PKD ini sudah diwariskan dari para pendahulu (pendiri) yang dihidupi dari masa ke masa bahkan dalam proses mewujudkan dan sampai terwujudnya kemandiriaan CSA di Indonesia.

 

1.         PKD sebagai Falsafah dan visi CSA

Kekhasan CSA itu adalah PKD. Mungkin selama ini banyak hal yang sudah dibuat dalam hidup PKD seturut konstitusi atau domuken. Namun, saya mencoba melihat PKD sebagai falsafah, bukan pernyataan tentang apa yang sudah dicapai (Kemandirian). Sebaliknya, PKD adalah visi yang menunjukkan apa yang belum dicapai dan sesungguhnya merupakan tujuan yang indah yang ingin kita capai agar CSA menjadi lebih baik. 22 tahun telah kita lewati. Kiranya hari raya kemandrian ini merupakan moment yang tepat untuk para bruder supaya melihat dan mendalami kembali PKD. Apa yang perlu diubah? Apa yang harus dibarui ke depan? Artinya yang perlu dilihat dan dibarui itu PKD kedepannya. Bukan berarti melupkan yang sudah berlalu (sejarah) tetapi kiranya baik sejarah itu menjadi tolak ukur dan pembelajaran kedepannya. Life must be lived forwards, but can only be understood backwards- hidup harus dihayati dengan melangkah kedepan, tetapi hanya dapat dipahami dengan menoleh ke belakang” (Soren Kierkegoard). Memang untuk mengetahui masa lampau karena masa lampau membantu kita memahami di mana kita sekarang ini. Juga berarti untuk membuat rencana masa depan karena rencana itu membantu kita memutuskan apa yang harus dikerjakan sekarang ini. Tetapi, satu-satu hal yang secara aktual ada adalah di sini dan kini.

 

2.         PKD sebagai karakter CSA

Setiap pribadi dalam CSA begitu berbeda dan unik satu dengan yang lainnya. Perbedaan dan keunikan masing-masing yang bersatu dalam satu kesatuan yaitu CSA, adalah keindahan yang luar biasa. Perbedaan-perbedaan ini bukan menjadi penyebab untuk setiap pribadi hidup sendiri atau terjadi sukuisme, melainkan menjadi kekayaan dan cermin karakter persaudaraan para bruder supaya menjadi komunitas yang solid, kuat, demi satu tujuan yang sama, mengikuti Tuhan sebagai bruder CSA yang mandiri, bukan CSA yang lemah. Kekuatan karakter ini adalah setiap bruder menerima semua perbedaan dan keunikan dengan saling menghargai sebagai ciptaan Tuhan yang unik. Alangkah baiknya karakter ini menjadi lebih kuat jika dilandasi dengan semangat Nekaf Mese, Ansaof Mese- satu hati, satu jiwa (bahasa Timor-Dawan). Kita jelas berbeda, dan tidak bisa disamaratakan begitu saja. Tetapi satu keindahan yang pasti, kita sama-sama datang dan bersatu untuk menjadi bruder CSA, dan pewarta kabar gembira kepada kaum muda di tengah zaman yang tidak pasti (unpredicatable world). Semangat nekaf mese, ansaof mese inilah yang mampu menjadikan kita sebagai CSA yang berkarakter, CSA yang kuat dan mampu berlangkah bersama-sama.

 

3.         PKD sebagai jiwa CSA

Sebagai seorang CSA kita dipanggil untuk saling mengasihi dan bersama-sama memperjuangkan hidup yang damai. Kasih dan damai (Caritas et Pax) merupakan khasanah warisan dari para pendiri, “ajakan terus menerus dari bapak Vincentius untuk “Kasih dan Damai”(Kons. 1..3.2). Kasih dan damai ini sudah menjadi jiwanya para pendiri dan para bruder pendahulu.

Sebagai generasi CSA sekarang ini tentu patut kita berbangga dengan Kasih dan Damai. Tetapi apakah ini sudah kita jadikan sebagai jiwa kita? Jangan sampai, jiwa caritas et pax hanyalah sebagai slogan atau kata-kata indah? Misalnya; tidak ada kasih dan damai dengan sesama (saling mendiamkan, gosip, sakit hati, iri hati, tidak rela berbagi karena takut disaingi), masih ada persaudaraan feodal (yunior-senior, kakak-adik, tua-muda). Jika kita mau jujur dengan diri sendiri dari hal-hal diatas mungkin pernah kita alami, atau bahkan kita sendiri pernah melakukannya. Bersyukurlah kalau ada dari kita yang tidak pernah melakukan itu.

Jiwa caritas et pax yang tulus dan bersahaja runtuh pada saat kita terlibat dalam hal-hal diatas. Inilah kenyataan yang terjadi, kita bangga menjadi menjadi CSA tapi kita tidak serius menjadi CSA secara serius. Kita tidak mengasihi sesama saudara dalam komunitas, kita tidak damai dalam komunitas tapi damai di luar komunitas, kita tidak rela berbagi, takut disaingi, merasa lebih hebat dan pintar dari yang lain, karena banyak berkarya menganggap rendah yang lain, tidak ada keseimbangan antara doa dan karya, tidak menghargai karya dan usaha yang dilakukan oleh sesama bruder, dan yang lebih parah jika kita tidak menaruh semua pengharapan dan kepercayaan kita kepada Allah. Kita mungkin mempunyai pembelaan diri. Saya bukan santo! Saya hanyalah manusia biasa! Inilah caraku! Inilah watakku! Tetapi sadar atau tidak sesungguhnya itu adalah kekurangan pada watakmu.

Melihat ini, roh atau jiwa caritas et pax perlahan berubah haluan, hanya sebatas kata-kata indah yang diucapkan. Untuk itu, kita perlu menemukan dan menghidupkan kembali jiwa caritas et pax yang bukan hanya sebagai teori. Karena teori tidak akan bermakna tanpa adanya praktek. Mari kita wujudnyatakan jiwa caritas et pax dalam kehidupan kita setiap hari dimana pun berada.

TANTANGAN UNTUK KITA GENERASI MUDA CSA

Jika keindahan diatas benar-benar kita hayati dan hidupi, maka CSA akan semakin kokoh kuat dalam menghadapi arus zaman yang tidak pasti ini (unpredictable world) dan CSA tidak akan pernah lenyap.

Bercermin dari para pendiri yang meski mengalami konflik dan perlakuan kurang bersahabat, perjuangan terkait pengesahan konstitusi dan pembangunan Institut St. Louis. Begitupun para bruder pendahulu yang berjuang telah dan melewati berbagai tantangan untuk kemandirian CSA di Indonesia. Tetapi mereka tetap menjalani dengan semangat PKD yang berkobar-kobar. Mereka tetap berjalan bersama, Nekaf Mese, Ansaof Mese, yang membawa CSA tetap eksis sampai sekarang dan kita masih menikmatinya. Apakah semangat ini masih kita miliki? Apakah kita mau berjuang bersama untuk CSA? Inilah waktu kita. Inilah kesempatan kita. Mari kita bersama-sama, Nekaf mese, ansaof mese, membangun CSA yang lebih baik lagi kedepannya. Kita rawat khasanah warisan dari pendiri (PKD) ; “Hendakknya para bruder mempertahankan sebagai khasanah warisan yang berharga apa yang dihayati oleh para pendiri dan bruder-bruder pertama.TERMASUK KHASANAH WARISAN ITU: Ajakan terus menerus dari bapak Vincentius untuk “Kasih dan Damai” (Kons. 1.3). Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, satu-satunya jalan ke depan adalah bersama, bergandeng tangan bantu-membantu dan tempat untuk memulai semua itu adalah diri sendiri.

 

 

Sumber bacaan:

Buku PKD Jilid 1 &2

Nolan, Albert. 2006. Jesus Today: A Spiritual of Radical Freedom. …. Orbis Books

Pedoman CSA

Konstitusi CSA

 

 






 

Rabu, 17 November 2021

Sepak bola itu pemersatu

                                                       

SEPAK BOLA ITU PEMERSATU

(Unitas In Diversitas-Bersatu Dalam Perbedaan)

Br. Alfonzsh, CSA

 

Menerut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persatuan adalah gabungan (ikatan, kumpulan, dan sebagaiannya) beberapa bagian yang sudah bersatu. Sementara kesatuan adalah perihal satu. Keesaan yang bersifat tunggal. Berdasarkan istilah, persatuan dan kesatuan berasal dari satu kata yang berati utuh atau tidak terpecah belah.

Sepak bola bukan sekedar olahraga permainan. Lebih dari itu sepak bola adalah pemersatu banyak perbedaan.  Ini disentil oleh Stefan Howells, tokoh olahraga di Afrika Selatan yang mengatakan bahwa  politik memang perlu. Tetapi lewat politik Anda hanya akan menemukan perbedaan partai-partai. Lewat bola Anda menemukan satu-satu ideal, yang bisa membuat orang seia-sekata. Kesatuan idealisme inilah jalan untuk mengubah masyarakat lama menuju masyarakat baru. Hal ini terlihat dari permainan sepak bola yang mempersatukan semua unsur dalam kehidupan. Karena bola Kristen maupun Islam, kulit putih maupun putih, anak-anak, orang tua, bahkan wanita melupakan perbedaan yang ada diantara mereka. Memang benar kalau permaian sepak bola tidak selalu membawa perdamaian, tetapi jika dipahami dengan baik, keseruan bisa membuat orang lupa dengan latar belakang mereka.

Kita perlu belajar dari sepak bola bahwa kita memang berbeda. Kita datang dari berbagai daerah, latar belakang keluarga, gaya hidup, dan suku yang berbeda. Tetapi kita semua adalah satu. Kita dipersatukan oleh sang pencipta. Kita boleh berbeda pendapat tetapi bukan bermusuhan. Kita berbeda warna kulit tetapi kita adalah saudara.

Sadar atau tidak, kita sebenarnya adalah saudara. Sebagai sauadara kita mempunyai kekhasan masing-masing. Kita semua semua dibentuk melalui berbagai macam pengalaman pribadi. Hal ini menuntut dari setiap pribadi keterbukaan untuk saling menerima untuk tetap berada dalam kebersamaan, persaudaraan dan kesatuan, serta rasa tanggung jawab. Kita belajar dari para pemain bola yang datang dari berbagai negara, dengan latar belakang yang berbeda. Tetapi mereka bersatu, hidup bersama dalam satu tim. Dalam perbedaan itu mereka bersatu berjuang untuk meraih kemenangan tim yang dibela.  Hemat saya, bersatu adalah kata kunci ketika ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia. Setiap pribadi menyumbangkan sikap hati yang tulus dalam berbagi hidup, pengertian dan saling membantu. “Semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama” (Kis. 2:44).

Saya mengutip dari isi pidato Presiden Soekarno pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 1963, bahwa ratusan lidi akan tercerai berai, tidak berguna, dan mudah patah jika tidak diikat. Namun, jika lidi-lidi tersebut disatukan dan diikat maka tak akan ada yang mampu mematahkannya. Demikian pula rakyat Indonesia yang harus menjaga persatuan dan kesatuannya.

Saya berpikir bahwa ketika kita bersatu dan bersama segala sesuatu akan kita lakukan. Karena dalam kebersamaan akan menjadikan hal-hal sepele terasa sangat menggembirakan. Seorang pemain pernah mengatakan bahwa jika di lapangan hijau kita dapat memberi contoh bagaimana suatu tim yang terdiri dari latar belakang berbeda bersama-sama dapat menghasilkan prestasi, maka prestasi itu akan bergema bagi kesatuan seluruh dunia.

LOTIS itu aneka buah. Rujak nama lainnya. Lotis itu bisa berarti keragaman yang menyegarkan. Unitas in diversitas! Setiap pribadi menyumbangkan rasanya. Inilah kebersamaan dalam kehidupan bersama sebagai mahkluk sosial. Kita datang dari latar belakang, suku, budaya, dan agama yang berbeda. Tetapi disini mereka dipersatukan dengan semangat LOTIS; LOving (mencintai), TransformIng (mengubah), dan Serving (melayani) di tengah keanekaan manusia, komitmen untuk memberi diri bagi pelayanan kasih.

Sabtu, 16 Oktober 2021

MENIMBA SUMBER AIR KEHIDUPAN

 

MENIMBA SUMBER AIR KEHIDUPAN

(Br. Fidelis, CSA)

 

 

Hidup yang berarti adalah hidup yang memberi manfaat bagi orang lain.

Jadilah seperti air, menjadikan biji benih yang mati, bertumbuh tunas.”


        Pada tanggal 22 Maret 2021 pukul 06.00 WIB, saya berangkat dari stasiun Madiun menuju stasiun Pasar Senen untuk menjalani tugas perutusan baru yang diberikan kepada saya  oleh kongregasi yakni menimbah pengalaman di Civita Youth Camp. Pengalaman pertama tetapi menyenangkan karena adanya suasana kekeluargaan dan penuh cinta kasih yang saya rasakan selama berproses di Civita Youth Camp selama 6 bulan 15 hari. Pengalaman-pengalaman yang saya dapat selama berproses di Civita membentuk saya untuk menjadi seorang pendamping kaum muda dengan pola atau konsep yang dimiliki oleh Civita. Tahap awal dalam proses ini adalah saya dilibatkan untuk ikut bagaimana memberikan rekoleksi dan LKTD untuk kaum muda dalam situasi pandemi melalui zoom. Tahap selanjutnya saya didampingi bagaimana caranya memuat materi untuk memimpin rekoleksi. Sangat menarik bagi saya pada bagian ini karna saya dilatih untuk membuat materi sesuai dengan kebutuhan konsumen atau yang akan menjadi sasaran rekoleksi itu diberikan dengan melihat situasi zaman. Materi- materi yang disajikan kepada para peserta rekoleksi berupa penampilan power point dan game. Meskipun dua hal ini kelihatan sangat sederhana tetapi dapat memberikan dampak yang positif dalam pemberian materi yang akan dibawakan apalagi kegiatan yang dilakukan menggunakan Zoom. Power point dan game akan membuat para peserta menjadi rileks dan mencairkan suasana.

    Kehadiran saya di Civita diterima dengan suasana kekeluargaan, bukan saja dengan staf tetapi dengan karyawan dan karyawati sehingga suasana ini membantu saya untuk cepat menyesuaikan diri dan merasa seperti rumah sendiri, komunitasku. Situasi pandemi membawa dampak pada pelayanan retret dan rekoleksi di Civita Youth Camp dimana yang dulunya diadakan banyak kegiatan dengan peserta yang banyak, sekarang menjadi sedikit sehingga muncul peluang bisnis baru yang dilakukan di Civita yakni terciptanya karya industri rumah tangga yang baru dengan membuat jajanan seperti stick keju, biji ketapang, kripik bawang, telur asin dan ada juga minuman yang sebelumnya sudah diproduksi yaitu Seruni. Saya merasa senang bisa ikut terlibat dalam proses pekerjaan pengolahan dan pembuatan aneka macam jajanan ini. Pandemi tidak membuat kami berdiam diri tetapi kami punya cara yang lain untuk melayani.  Sistem pemasaran dilakukan memalui media sosial, para kenalan dan jumlah pemesanan yang kami terima sangat banyak. Dalam rutinitas ini kami juga tetap melayani permintaan peserta yang akan retret dan rekoleksi secara online. Pengalaman yang sungguh luar biasa dan bermanfaat bagi saya.

            Berproses di Civita tidak hanya membentuk saya menjadi pendamping kaum muda tetapi semakin mengokohkan panggilan saya sebagai seorang bruder CSA dimana saya banyak belajar dari seluruh anggota komunitas Civita yang terdiri dari beberapa tarekat diantaranya SJ, CB, OSC, OCD dan SVD. Pengalaman hidup bersama dengan mereka meberikan dampak positif bagi saya untuk melangkah maju mengikrarkan kaul kekal. Terima kasih Civita, banyak pengalaman berharga yang saya dapat untuk menjadi bekal bagi saya menjadi pendamping kaum muda. Semoga kehadiran saya bagi kaum muda membantu mereka untuk berkembang menjadi pribadi yang utuh dan penyalur berkat bagi orang lain dengan apa yang mereka miliki. Tidak ada yang bisa saya berikan kepadamu (Civita) hanyalah doa agar engkau tetap menjadi tempat yang mengispirasi kaum muda.

 







Terima kasih Komunitas Civita.

Selasa, 05 Oktober 2021

CSA BERSAMA KAUM MUDA

  

Sesi Dialog & Perkenalan

    Pada hari sabtu tanggal dua hingga tiga oktober 2021, Br. Libert, CSA mendampingi teman-teman Orang Muda Katolik Paroki Kristus Raja Ungaran, Semarang dalam bentuk Latihan Kepemimpinan Dasar (LDK) bertempat di Rumah Retret Abdi Kristus Gedang Anak. Tema yang diangkat adalah “AKU DAN POTENSIKU”. Dengan tujuan agar; 1) Semakin mengenal kemampuan/potensi diri, 2) Mampu menjadi pribadi yang percaya diri, 3) Meningkatkan kerjasama, kompak, inklusif, dan saling mendukung, 4) Terlibat aktif dalam kegiatan menggereja, kampus/sekolah dan di masyarakat. Peserta yang hadir dalam LDK berjumlah 39 orang, termasuk panitia (peserta 30 orang). 
  

  Penyampaian Materi


        Menurut pak Wasis, selaku koordiantor bidang pewartaan dan Evangelisasi, diharapkan yang hadir 40 orang di luar panitia dengan berasumsi setiap lingkungan mengirim 1 orang sebagai kader pemimpin di Lingkungan tersebut. Namun 30 orang sudah cukup dan membahagiakan. Berbagai dinamika telah dilalui untuk menggapai tujuan yang dimaksud. Ada beberapa sesi yang telah dilalui dalam LDK tersebut, antara lain: Sesi 1, Pengenalan diri dan potensi yang dimiliki. Sesi 2, Mengenali hal-hal positif dalam diri serta menemukan symbol diri. Sesi 3, Ibadat Pertanyaan Orang Muda (POM). Sesi 4, Menggali potensi diri lewat kegiatan Outbond sederhana. Dan sesi 5, The power of Integrity sekaligus membangun niat dan Langkah-langkah konkret yang akan dibuat OMK ke depannya. Harapan dari koor-dinator bidang pewartaan, agar kegiatan LDK seperti ini ada kelanjutannya, sehingga ke depannya OMK Paroki Kristus Raja Ungaran menjadi lebih baik dan terus bergerak. Latihan Kepemimpinan Dasar ini ditutup dengan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Heribertus Warnata Natawardaya (Pastor kepala paroki Ungaran). 

Sesi foto bersama OMK

Sesi foto bersama OMK

OMK Ungaran Bisa karena Anda 
OMK UngaranTumbuh dan Berkembang karena Anda 
OMK Ungaran Dipercaya juga Karena Anda
 “Katakan Aku Bisa, akuTumbuh dan berkembang, aku siap dipercaya!”(LJ)
Salam PKD

Selasa, 15 Juni 2021

Potret Komunitas Turi

Komsos Paroki Somohitan baru-baru ini membuat profil komunitas biarawan/wati di sekitar Paroki. Para Bruder CSA di Komunitas Turi juga mendapat kesempatan untuk diliput. Bruder John Hasibuan CSA selaku pemimpin komunitas dan Bruder Aleks CSA mewakili komunitas untuk memberikan beberapa penjelasan dan sharing panggilan. Saat ini Komunitas Turi juga menjadi tempat formasi para aspiran, yaitu para pemuda yang tertarik untuk melihat dan merasakan kehidupan sebagai Bruder CSA. Silakan menikmati hasil liputannya. Salam PKD (Persaudaraan, Kasih, Damai) 

Selasa, 11 Mei 2021

PERINGATAN HARDIKNAS SMK ST. ALOSIUS RUTENG, FLORES-NTT

 

PERINGATAN HARDIKNAS DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Kegiatan memperingati Hari Pendidikan Nasional memacu siswa untuk berpikir serentak dan bertindak tepat.  Para siswa diberi ruang dan waktu agar dapat mengembangkan kemampuan dan potensi yang ada (soft skill)
 
Br. Viktor (Kepala sekolah) bersama Siswa/wi SMK St. Alosius-Ruteng

    
    Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Santo Aloisius Ruteng, Flores-NTT, mengadakan berbagai perlombaan antar kelas (class meeting) yang diselenggarakan pada hari selasa, 4 mei 2021 bertempat di aula Multi media SMK Aloisius tersebut. Kegiatan ini terjadi atas inisiatif sekolah yang didukung oleh kreativitas siswa dan para guru sebagai peringatan akan lahirnya Hari Pendidikan Nasional.
    Diawal acara tampaknya biasa-biasa saja bahkan sempat garing, namun para guru dan siswa dengan segala cara mengemas acara tersebut dengan baik dan penuh suka cita hingga kesannya luar biasa. Adapun perlombaan yang diadakan antara lain; Lomba pidato berbahasa Indonesia, berpidato Bahasa Inggris, Story Telling (bercerita), menciptakan dan membaca puisi, serta bernyanyi solo. Para siswa utusan masing-masing kelas begitu antusias dan penuh semangat mengikuti perlombaan tersebut, apalagi disaksikan langsung oleh kepala sekolah dan para guru.
  
Sambutan kepala sekolah
    Dalam sambutan singkatnya, Bruder Viktor       London CSA selaku kepala sekolah, mengharapkan  agar siswa selalu berkembang dan menjadikan  momentum seperti ini mematangkan kemampuan  para siswa untuk berkembang sehingga menjadi  pengalaman dan kekayaan untuk hari yang akan  datang. Baginya, kegiatan memperingati Hari  Pendidikan Nasional memacu siswa untuk berpikir  serentak dan bertindak tepat.  Para siswa diberi  ruang  dan waktu agar dapat mengembangkan  kemampuan dan potensi yang ada (soft skill).
    Salah satu peserta lomba pidato berbahasa Inggris, bernama Lidia H. Dinas mengungkapkan rasa bangga dan senang setelah berhasil mengikuti perlombaan tersebut. “Saya merasa senang dan bangga karena usaha saya selama latihan tidak sia-sia. Saya berhasil menampilkan pidato ini dengan baik meskipun secara live streaming”, tutur Lidya, panggilan akrabnya. Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa dengan melibatkan diri dalam berpidato, ia semakin mengenal potensi dalam dirinya serta membangun kepercayaan diri.
    Peserta lain, bernama Kelvin Malela salah satu peserta nyanyi solo turut bangga dengan adanya kegiatan tersebut. Kelvin mengharapkan agar kegiatan memperingati hari besar seperti ini bisa diadadkan setiap tahun dan menjadi agenda pokok. “kegiatan seperti mungkin baik diadakan sesering mungkin tidak hanya pada peringatan HARDIKNAS tetapi momen-momen penting lainnya. Para siswa dapat membentuk kelompok band, sanggar tari, english club, dan lain sebagainya”, terang Kelvin. Bagi Kelvin, ketika kegiatan seperti ini sering dilakukan, maka niat dan mimpi siswa untuk menggapai cita-citanya akan terus diasah. Kevin pun mengungkapkan bahwa dirinya bercita-cita menjadi presenter. Kegiatan seperti ini sebagai ajang latihan dalam mengembangkan potensi dan cita-cita yang diharapkan. “Saya ingin menjadi presenter. Karena itu saya ingin kemampuan saya terus menerus diasah dan diasuh”, tambah Kelvin.
    Melihat geliat dan semangat serta kompetensi peserta didik, Mateus Edi Bala Hipir salah seorang guru pada lembaga tersebut berharap agar kedepannya kegiatan perlombaan atau kegiatan positif lainnya yang mendukung perkembangan minat dan  bakat siswa/I dapat diadakan lagi. Mari saling mendukung dan bekerjasama demi sesuatu yang positif dan dalam kebenaran (red).
    Dari keterlibatan siswa tersebut, Mateus melihat para siswa/i ternyata memiliki banyak bakat dan keterampilan yang belum tereksplor. Mateus menginginkan agar bakat dan keterampilan para siswa/i perlu diasah secara maksimal. Salah satunya melalui kegiatan perlombaan kemarin, tentunya tidak terlepas dari dukungan bimbingan setiap guru mata pelajarannya masing-masing.“kegiatan kemarin saya melihat, adanya kerja sama antar guru yang saling mendukung demi keberhasilan kegiatan itu”, tutur Mateus.
    Kegiatan perlombaan tersebut meski dilaksanakan di tengah situasi pandemic Covid-19, SMAK St. Aloisius tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan ini melibatkan para siswa-siswi bersama para guru dan civitas SMK St. Aloisius Ruteng. Bravo SMK Aloisius Ruteng, salam sehat dan salam PKD. (VL/LJ)

Kamis, 01 April 2021

HIDUP KITA EDISI JANUARI - MARET 2021

Media komunikasi bruder CSA Indonesia yakni majalah HK kembali hadir di tengah para Bruder dan para sahabat semuanya dengan tema " bertobat, berubah dan berbuah . Selamat membaca dan jangan lewatkan satu Rubrik pun, isinya sangat menarik dan lain dari yang lain.

link download: 

https://drive.google.com/file/d/17H15vM0-yJyYZs4xtAm1IUvasM3-zqvw/view?usp=sharing

Minggu, 14 Februari 2021

PEMBERKATAN GEDUNG BARU ASRAMA ST. ALOISIUS-TURI

 

“Slogan Berbuah Dan Berubah Itu Kini Nyata Terjadi”

Gedung Asrama Baru SMP. St. Aloisius-Turi
    Di tengah pandemi Covid-19, Karya di Komunitas Turi terus menunjukkan ualitas dan berdaya makna bagi yang dilayani. Slogan “berubah dan berbuah” kini nyata terjadi. Setelah melalui poses panjang dan penuh perjuangan serta dukungan dari berbagai pihak kini Asrama Aloisius Turi berwajah baru. Lebih menarik lagi ketika pada hari sabtu 13 Februari 2021 pukul 17.00 Asrama Santo AloisiusTuri diberkati oleh Pastor Pangkrasius, SSCC (rektorskolastika SSCC Yogyakarta) yang diawali dengan Perayaan Ekaristi bertempat di Aula SMP AloisiusTuri, Sleman Yogyakarta. Tidak ada umat yang hadir, selain para bruder dari tiga Komunitas di Jogya, para postulan, aspiran serta anak-anak asrama yang selama ini setia berada di asrama ini. Kiranya suasana persaudaraan kasih dan damai serta kenyamanan bagi peserta didik di tempat ini menjadi nyata. Demikian pun para bruder yang melayani di tempat ini semakin sukacita dan penuh semangat. 
Pemberkatan Gedung Asrama Baru
    Dalam homily singkatnya, pastor pangkrasius menekankan tiga hal: 1) Pengalaman dicintai. Apa yang dialami oleh penderita Kusta dalam bacaan Injil hari ini kiranya menjadi inspirasi bagi kita agar senantiasa menempatkan orang pada tempatnya. Tidak disingkirkan, apalagi diabaikan. Yesus merangkul kembali mereka yang tersingkirkan, mereka yang terbuang dari lingkungan sosial, termasuk penderita Kusta. Si Kusta merasa diterima dan disembuhkan Yesus. 2) Rendah hati. Setelah si Kusta mendapat kesembuhan, Yesus melarangnya agar tidak diwartakan ke mana-mana. Yesus tidak ingin menonjolkan diri, dan inilah bagian dari ungkapan kerendahan hati Yesus.
    Dalam pelayanan, khususnya melayani kaum muda di asrama atau di panti asuhan, seorang pendamping (bruder) dibutuhkan sikap kerendahan hati sehingga semakin banyak orang dekat dan percaya kepada kita. 3)Kesaksian. Dengan diberkatinya asrama yang baru ini, harapannya agar semakin banyak orang (kaum muda) terselamatkan. Atau dengan kata lain membawa lebih banyak orang untuk mengalami kasih dan belaskasih Allah. Maka dari itu butuh keteladanan/kesaksian hidup dari para pendamping. 4) Energi positif. Sebaga ikesimpulan:Sekolah dan asrama semakin bersinergi sehingga membawa dampak positif bagi perkembangan Bangsa, Masyarakat dan gereja.
    Berkaca pada apa yang dialami oleh si Kusta, kalau kita mau jujur bahwa sesungguhnya penyakit terbesar yang dialami oleh dunia saat ini, bukan semata-mata karena wabah virus Corona (kini), bukan karena penyakit Kusta (jamanYesus), bukan juga penyakit jantung, diabetes, kanker dan lain sebagainya, namun kurangnya PERHATIAN dan CINTA. Semoga kita mampu menjadi duta Cinta dan Perhatian bagi mereka yang KLMT, secara khusus bagi peserta didik yang dipercayakan kepada kita (para bruder CSA). 
Pemotongan Tumpeng Ulang Tahun Br. Alex
     Selesai perayaann Ekaristi dan pemberkatan Asrama, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan kue tart dalam rangka Hari Ulang Tahun kelahiran saudara kita, Br. Alex Kadiyono CSA. Sebelum melakukan pemotongan tumpeng dan kue tart, Br. Alex menyampaikan ucapan syukur dan terimakasih kepada para bruder pendahulu (perintis) asrama dan sekolah, salah satunya Br. Kosmas,  CSA yang malam ini ikut hadir. Tanpa mereka dan karena perjuangan mereka Asrama ini berdiri tegak dan terus membawa dampak positif bagi yang dilayani. Acara dilanjutkan dengan santap malam bersama dan diakhiri dengan olahraga bersama. 

Salam PKD (LJ)


Kamis, 28 Januari 2021

Lantunan "Bayu Senja" by Aspiran CSA

Bagaimanakah bentuk penghayatan iman? Salah satunya melalui alunan musik. Dengan menyayikan lagu "Bayu senja" para aspiran (calon bruder CSA) mencoba untuk lebih menghayati panggilan hidup sebagai seorang Bruder CSA. Salah satu bentuk penghayatan iman mereka dengan berkreasi dan melatih talenta yang mereka miliki dalam video di bawah ini.



Sabtu, 23 Januari 2021

Sekilas Sejarah Bruder CSA Indonesia

 


Tidak banyak yang tahu bahwa Bruder CSA adalah tarekat bruder yang pertama kali datang dan berkarya di Indonesia pada Tahun 1862. Dengan menitikberatkan pada pendampingan iman kristiani kaum muda, maka sejak kedatangannya di bumi nusantara, para bruder mengembangkan karya pendidikan formal (sekolah) dan non formal (asrama dan panti asuhan). Sampai sekarang misi awal itu terus dilanjutkan oleh generasi muda Bruder CSA yang menempa dirinya terus-menerus agar dapat menjadi pendidik dan agen perubahan melalui aneka karya di jaman sekarang. Terima kasih untuk seluruh mitra CSA yang dengan caranya masing-masing mendukung misi CSA.
Video di bawah ini mengajak kita untuk melihat secara ringkas sekilas Sejarah Bruder CSA di Indonesia.   

Rabu, 20 Januari 2021

HUT ALTRI KE-54

 

HUT ALTRI-54

“Peserta didik di manapun mereka berada untuk terus berperan aktif, bukan hanya dalam lingkungan sekolah, tetapi memiliki cakupan yang lebih luas, yakni di masyarakat dan Gereja. Para Guru pun terus menjalin komunikasi dan saling mendukung dengan mereka”


SMPK St. Aloisius-Turi

Pada tanggal 08 Januari 2021 yang lalu, para Bruder Santo AloisiusGonzaga (CSA) Indonesia, secara khusus Yayasan Mardiwijaya Gonzaga patut menghaturkan syukur dan terimakasih berlimpah kepada Tuhan, karena salah satu unit yang dikelola Yayasan ini, yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP) AloisiusTuri, Sleman-Yogyakarta boleh merayakan Hari UlangTahun berdirinya yang ke-54. Hari yang penuh rahmat dan suka cita ini dirayakan oleh para Guru, karyawan dan beberapa siswa sebagai perwakilan.

Usia setengah abad lebih tentu bukanlah usia yang muda lagi. Dalam peziarahan hidupnya Sekolah ini telah meluluskan ribuan siswa dan menorah berbagai prestasi, baik akademis maupun non akademis. Tata kelola dan manajemen lembaga ini sungguh-sungguh dijalankan dengan baik, profesional, inklusif, humanis, inovatif serta terus menjaga kredibelitas. Kualifikasi guru dan tenaga kependidikkan juga menunjukkan pelayanan yang professional dan mumpuni.

Dalam perjalanannya, lembaga kebanggaan Umat Somohitan ini tentu tidak terlepas dari persoalan, tantangan dan persaingan yang pelik. Hal yang demikian dinilai bukan sesuatu yang menghalangi perkembangannya hingga saat ini, justru menjadi berkat tersendiri. Bisa dipastikan bahwa tantangan dan pergulatan yang dihadapi bukan sebagai masalah tetapi sebagai rahmat yang perlu dan harus disyukuri setiap hari. Dalam mengembangkan dan membesarkan nama baik lembaga ini, setiap pribadi dengan segala eksistensinya telah memiliki andil yang begitu besar. Pasang surut yang dialami pun pasti dirasakan, terlebih situasi di tengah pandemic Covid-19 ini pasti kekurangan peserta didik/siswa. Para Guru dan para bruder tidak tinggal diam, mereka dengan giat dan penuh semangat serta percaya pada penyelenggaraan Ilahi, mulai membangun jejaring serta memanfaatkan media yang ada sehingga mendapatkan peserta didik yang cukup dan sesuai kriteria yang ada.

Pemotongan Tumpeng

Tujuan dan Misi utama SMP Aloisius Turi yakni mendidik dan membentuk siswa-siswi dari berbagai Suku, Agama Ras Antar golongan (SARA), agar menjadi pribadi yang unggul dalam iman dan kasih, serta memiliki kecakapan dalam berkomunikasi dengan sesame (humanis). Hadir memanusiakan manusia, dengan pendidikan yang bermutu dan menjadi gerbang bagi anak didiknya meraih masa depan yang cerah. Ia pun telah melahirkan tokoh-tokoh yang berpengaruh bagi masyarakat dan bangsanya.

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah menyelenggarakan segala sesuatu untuk lembaga tercinta ini, SMP St. Aloysius Turi mengadakan misa syukur secara terbatas yang dipersembahkan oleh RD. Rafael Tri Wijayanto, Pr dengan mematuhi Protokol kesehatan. Misa diikuti oleh para bruder CSA, aspiran, dan para guru/pegawai disiarkan secara livestreaming sehingga peserta didik yang tidak bisa hadir karena situasi ini tetap bisa mengikuti dan mendoakan demi pengembangan lembaga tercinta ini.

Misa Syukur

Dalam homilinya, romo Tri menekan kerjasama antara guru dan siswa dari berbagai aspek kehidupan. “Hendaknya guru selalu punya waktu bagi para siswanya, secara khusus ketika mereka bertanya perlu direspon dengan baik. Perlu komunikasi yang baik dan saling membangun. Seperti dalam situasi saat ini, tidak memungkinkan untuk tatap muka. Maka dari itu perlunya peran aktif baik guru maupun siswa”. Tutur Pastor kepala paroki Somohitan ini. Perayaan Ekaristi berlangsung kurang lebih satu jam. Dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Ibu Agnes Natalia Endry Krisna wardani, S. Pd., M, Pd, Selaku kepala SMP Aloisius Turi. Dalam sambutannya, beliau mengajak peserta didik dimanapun mereka berada untuk terus berperan aktif bukan hanya dalam lingkungan sekolah, tetapi memiliki cakupan yang lebih luas, yakni di masyarakat dan Gereja. Para Guru pun terus menjalin komunikasi dan saling mendukung dengan mereka.

Sambutan lain disampaikan oleh Br. Alex Kadiono, CSA, M. Pd, mewakili Yayasan Mardiwijaya Gonzaga. Br. Aleks lebih menekankan rasa syukur kepada Tuhan karena berkat dan cinta-Nya melalui para bruder pendahulu, lembaga ini dapat berdiri kokoh kuat serta terus dipercaya masyarakat. Ibarat karang yang dihempas sang ombak, dia tetap kokoh kuat menantan garus zaman. Harapannya semoga semakin maju dan berkembang dalam kualitas pendidikan dan pelayanan. Selamat dan profisiat untuk SMP AloisiusTuri, Sleman Yogyakarta. Berkah Dalem (DD/LJ)