Selamat Datang

... di situs resmi Kongregasi Bruder St. Aloysius

Kapitel Umum 2010

Wujud kebersamaan penegasan Roh dalam kongregasi.

Perayaan Syukur 150 thn CSA di Indonesia

Perayaan Jubileum 150 thn CSA di Indonesia bersama Uskup Semarang.

Rekreasi ke Pulau Komodo

Gembira bersama dalam semangat persaudaraan, kasih dan damai.

Workshop bersama para bruder se-NTT

Wujud pembinaan yang berkelanjutan bagi para bruder di tempat karya.

Jubileum 150 thn CSA di Indonesia

Mengenang awal kehadiran Bruder CSA di Indonesia pada tahun 1862.

Evaluasi bersama akhir tahun

Pencarian bersama kehendak Roh Kudus dalam hidup dan karya para Bruder CSA.

Perayaan syukur hidup membiara

Syukur atas rahmat kegembiraan, persaudaraan, dan kesetiaan dalam hidup membiara.

Selasa, 31 Mei 2016

SEJARAH BERDIRINYA SMK SANTO ALOISIUS RUTENG


Tulisan ini akan diterbitkan dalam beberapa bagian.

Bagian Pertama

Mei 2015

Kehadiran Lembaga Pendidikan SMK Santo Aloius tidak terlepas dari sejarah berkembangnya karya para Bruder CSA di Komunitas Ruteng. Para Bruder CSA (Santo Aloisius) mulai berkarya di Manggarai pada tahun 1958 atas undangan Mgr. Van Bekum, SVD. Karya yang ditangani para bruder yakni SGB lalu dalam perjalanan waktu berubah menjadi SGA dan yang terakhir  SPG. Pada tahun 1991 SPG ditutup secara nasional oleh pemerintah. 

Desakan dari berbagai pihak setelah SPG tutup para bruder diminta untuk membuka SMA atau SMP Plus, mengingat para bruder terkenal dengan kemampuan untuk mendidik  kaum muda.
Yayasan berpikiran lain lain.
Pada tahun 1992 Bruder Thomas Voets selaku ketua yayasan mengajak dialog dengan Uskup dan Pemda untuk mendiskusikan karya yang tepat untuk para bruder itu apa. Setelah melalui proses yang panjang akhirnya menentukan karya Pnedidikan non formal untuk pendidikan kaum muda yang disebut PUSLAT PSE. Saat itu banyak anak muda banyak yang drop out dari sekolah, tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu untuk pembinaan rohani umat Manggarai maka sebagian lahan di kompleks tubi dijadikan rumah pembinaan iman yang disebut PUSAT SPIRITUALITAS EFATA.  Semuanya itu mulai dibangun tahun 1992 sampai dengan 1994.
 Peserta kursus yang yang dibina di PUSLAT PSE berasal dari berbagai kabupaten di NTT misalnya dari Sumba, Larantuka, Ngada, Maumere dan tentu saja dari Manggarai. Mereka di PUSLAT PSE dilatih bagaimana cara bertani, menjadi tukang kayu dan berbagai ketrampilan. Setelah tamat dari PUSLAT PSE mereka ad yang mandiri untuk bekerja, selain itu juga bekerja di tempat orang lain sesuai bidangnya lalu setelah mengumpulkan sejumlah modal kemudian berwiraswasta. PUSLAT PSE sudah berusia 22 tahun. Sudah ratusan kaum muda yang di didik dan dilatih. Dalam perkembangan jaman dunia pendidikan semakin maju. Pemerintah mendirikan SMP dan SMA sampai tingkat kecamatan. Maka anak-anak yang drop out semakin berkurang.
Awal tahun 2015 sewaktu kunjungan DU di Ruteng mengajak para bruder dan Yayasan untuk membaca tanda-tanda jaman bahwa pendidikan formal setingkat SMA sudah masuk disetiap kecamatan, maka pertanyaan setelah peserta kursus semakin sedikit lalu CSA mau berbuat apa?.  Pihak Yayasan yang dimotori oleh Br. Suryadi dan Br. Viktor diminta untuk menjajagi SMK  supaya didialogkan dengan pihak pemerintah kabupaten dan Uskup.
Setelah mendapat tugas dari Pimpinan Umum selanjutnya adalah melakukan konsultasi dengan pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga Kabupaten Manggarai dan Keuskupan Ruteng. Dari Dinas PPO memberi petunjuk bahwa untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan khsususnya Lembaga Pendidikan Swasta harus memenuhi 2 syarat utama yaitu pertama harus memiliki Ijin Operasional dan kedua memiliki ijin Kelembagaan. Ijin operasinal agar sekolah dapat dimulai proses belajar mengajar, sedangkan ijin kelembagaan bahwa sekolah itu diakui oleh pemerintah dan berhak mendapat bantuan dari pemerintah. Ijin Kelembagaan dapat diterbitkan setelah sekolah berjalan minimal 1 bulan dan paling lama dua tahun. Selama itu pemerintah melakukan evaluasi.
Untuk memperoleh ijin operasional pihak Yayasan harus mengajukan proposal pendirian sekolah yang memuat tentang: Tujuan Visi Misi sekolah, ketersediaan lokasi/gedung, tenaga pendidik dan kependidikan, sekolah pendukung serta sumber dana.

Juni 2015
Pada bulan Juni 2015 Yayasan Solidaritas mengajukan proposal pendirian sekolah kepada pemerintah. Setelah dilakukan beberapa kali konsultasi proposal dan perbaikan akhirnya pada pertengahan Juni 2015 proposal dinyatakan layak diajukan. Sambil menunggu persetujuan proposal dilapangan persiapan terus dilakukan. 

Br. Viktor bersama anggota DU mengadakan kunjungan (studi banding) ke SMK Leonardo Klaten dan SMK Sanjaya. Dari kunjungan ini diperoleh beberapa informasi penting tentang  SMK

Juli 2015
Awal Juli 2015 Br. Suryadi dan Br. Viktor menghadap Bapak Uskup serta membawa surat tentang rencana pedirian SMK. Dalam pembicaraan itu Bapa Bapak Uskup sangat mendukung terhadap rencana pendirian SMK.

Tanggal 18 Juli 2015 sebuah team kecil dari SMK IPT Semarang yaitu Pa Edi Susanto dan Pa Ruby Budhiharto tiba di Ruteng, Kehadiran dari team ini untuk mendakan obserasi lokasi dan penggunaan ruangan.

Tanggal 22 Juli 2015 sebuah team dari pemerintah datang ke lokasi utuk melakukan peninjauan untuk memastikan keadan di lapangan dan proposal yang diajukan. Kurang lebih dua jam team melakukan peninjauan keliling dan di akhir pertemuan team memastikan bulan Agustus 2015 ijin operasional di terbitkan.

Br. Viktor, CSA

Sabtu, 24 Oktober 2015

KAUL KEKAL DI RUTENG

“Jadilah Bruder CSA yang sungguh-sungguh CSA”

Judul di atas adalah salah satu point penekanan homili  Rm. Kanisius Ali  Pr, Vikep Ruteng pada kesempatan misa pengikraran kaul kekal Br. Bonaventura, CSA dan Br.   Christian serta pesta 25 tahun membiara Br. Laurensius, CSA pada hari Rabu tanggal 14 Oktober 2015 di Aula Efata Ruteng.

Acara kongregasi ini dihadiri oleh Br. Martinus Suparmin, CSA Pemimpin Umum CSA dan  4 bruder  anggota penasehatnya yang secara khusus datang dari Jawa. Hadir pula para bruder Komunitas CSA Mbay, Boawae, dan Kupang, anggota keluarga pestawan, serta para tamu undangan yakni  komunitas biara disekitar Ruteng, OMK, asrama CSA Ruteng. Jumlah umat yang hadir dalam perayaan ini sekitar 450-an.   Lebih lanjut Rm. Kanis menekankan : "Para bruder hendaknya menjadi CSA – CSA yang sejati, karena CSA dipanggil ditengah masyarakat dan gereja untuk menjadi pewarta iman, pewarta kasih dan pewarta sabda. Dan teristimewa bagi kedua bruder yang berkaul kekal pada hari ini, kalian bukan saja menjadi pewarta ditempat tugas dimana bruder ditugaskan saja, tetapi kalian menjadi pewarta sabda bagi umat Manggarai pada umumnya karena kalian adalah putra-putra Manggarai pilihan, ditengah dunia dewasa ini yang penuh dengan banyak pilihan tetapi kalian berani mengatakan ya… untuk menjadi CSA yang sejati".  Lebih lanjut ditekan: "Ingat jangan kecewakan keluarga dan terlebih daerah kalian Manggarai dan khususnya Keuskupan Ruteng. Teruslah mengembangkan diri di dalam tubuh CSA yang saat ini sudah menyatu dengan kalian".   Dan pesan bagi Br. Laurensius yang berpesta perak membiara: "Peristiwa ini adalah peristiwa sangat istimewa, berani setia sampai 25 tahun apalagi 23 tahun lamanya dengan setia berkarya di bumi Flores. Kami orang Flores mengucapkan terima kasih tak terhingga. Karya yang sudah ditangani bruder semua mulia di mata Tuhan, apalagi mengikuti jejak Sang pekerja sejati Santo Yosep yang seorang tukang kayu. Ingat Santo Yosep si tukang kayu itu saat ini menjadi pelindung karya misi. Jadi sangat lah luhur. Maka karya perutusan menjadi tukang kayu sungguh mencerminkan keluhuran hatinya".

 Motto dari perayaan syukur ini yang disarikan dari penyatuan motto ketiga bruder pestawan yakni: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi karena kehendak-Mu, utuslah aku.”
Tersirat dalam  motto diatas  ketiga  bruder menyatakan tidak memiliki/ menyimpan  harta duniawi, tetapi  ketiga bruder memiliki niat kesiapsediaan diutus, dan yang pasti diutus menjadi CSA yang sejati.

Kehadiran keluarga menjadi kebahagiaan tersediri bagi kedua  bruder karena  rombongan keluarga  Br. Christian dan Br. Bona sejak sehari sebelumnya menandakan bahwa mereka bagian dari keluarga, datang dari keluarga, maka ketika hendak lepas dari masa sebelumnya dan sekarang menyandang gelar bruder berkaul kekal, menjadi daya dorong tersendiri untuk semakin mewujudkan CSA yang sejati melalui kesetiaan menjalankan tugas dan perutusan. Br. Bonaventura saat ini masing menempuh studi S1 Otomotif di Yogya, sedang Br. Christian baru saja menyelesaikan studi S1 Jurusan Kimia di Kupang saat ini menjadi guru di SMK Kimia Industri Semarang, dan Br. Laurensius sebagian besar karyanya di perbengkelan kayu sampai dengan saat ini. Proficiat bagi ketiga Bruder dan selamat menjalankan tugas kerasulan masing-masing.  
                       
Pada kesempatan sambutan Br. Martinus Suparmin, CSA selaku PEMIMPIN UMUM BRUDER CSA menyampaikan terima kasih khususnya kepada semua bruder, keluarga Br. Bona dan Br. Christian, serta keluarga Br. Lauren  karena kedua kakaknya  jauh-jauh dari Kulon progo menyempatkan hadir, tamu undangan semua saja, peserta koor, dan terlebih terima kasih kepada para imam selebran yakni Rm. Kanis Ali  selaku VIKEP Ruteng, Rm. Blasius Harmin Pastor Paroki Kumba dimana komunitas ini tinggal, Ptr. Raymondus Beda SVD, yakni pater yang selama ini setia mendampingi komunitas CSA Ruteng dalam misa harian, dan juga terima kasih kepada Rm. Eman Haru dan Ptr. Fidelis SMM yang ikut memeriahkan peristiwa iman pada malam hari ini. Terima kasih juga kepada asrama Aloisius dan Angela terlebih para Suster OSU yang selama ini bermitra dengan CSA dalam karya asrama. Br. Martinus menambahkan untuk para bruder yang berkaul kekal untuk mengingat dan mencatat baik-baik apa yang di pesankan oleh Romo  Vikep baru saja bahwa jadilah CSA yang sungguh-sungguh CSA artinya menghidupi visi-misi-spiritualitas CSA dengan kesungguhan hati. Harapannya semoga waktu berikutnya menyusul pemuda-pemuda lainnya baik itu dari Timung maupun dari Cibal mengikuti jejak kedua bruder ini.
Diakhir sambutan Br. Martin memberikan hadiah istimewa yakni kartu ucapan proficiat dari Br. Cees yang dikirim secara khusus dari  Nederland  untuk ketiga saudaranya  di Indonesia yang hari ini berpesta. Menjadi kebahagiaan bagi para bruder CSA Belanda dimana mereka menunggu habisnya anggota tetapi di Indonesia cukup menjanjikan perkembangan kongregasi . Dalam waktu yang bersamaan di Belanda juga sedang diadakan perayaan syukur 70 tahun membiara Br. Thomas Voets.
Perayaan syukur ini dilaksanakan sore hari jam 17.00, setelah misa yakni jam 19.00 di lanjutkan rangkaian kegiatan hiburan  yakni menikmati suguhan apik, pentas seni dari asrama Santo Alosius Ruteng yang berkolaborasi dengan  Asrama Angela Ursulin. Acara pentas ini merupakan buah dari Pembinaan dan pembinaan bakat asrama, mulai dari Teater, music band, paduan suara, tari, MC. Guru dan pendamping seni ini melibatkan awam yang selama ini menjadi mitra kerja Asrama.
Acara makan bersama dilaksanakan setelah beberapa tampilan seni disuguhkan. Terima kasih kepada beberapa pihak yang berkenan membantu kelancaran perayaan ini. Para donator lokal, kelompok OMK dari beberapa unsur termasuk STKIP yang melaksanakan tugas koor, penari dan lain sebagainya.

Semoga perayaan syukur ini menjadi rahmat tumbuhnya panggilan baru bagi kaum muda, OMK, asrama  dan pemuda-pemuda  Manggarai khususnya  untuk mengikuti langkah penyerahan diri menjadi bruder CSA menjawab tantangan jaman berbagi kasih dan damai bagi sesama.

Ruteng, 15 Oktober 2015
Br. Suryadi, CSA





Rabu, 22 Juli 2015

SYUKURAN KAUL KEKAL BR. DEDI CSA


Minggu 19 Juli Br. Agus, Br. Susilo, Br. Tarsi dan Br. Viktor bersama 8 Aspiran dengan bis kayu Gonzaga tepat pukul 11.45 menuju Stasi Ntaram Paroki Watu Nggong untuk menghadiri acara Syukuran Kaul Kekal Br. Dedi. Setelah menempuh jarak kurang lebih 3 jam rombongan tiba di Paroki Watu Nggong. Rombongan diterima secara adat oleh Pastor  dan Dewan Paroki. Setelah istrahat sejenak dengah suguhan makanan ringan, rombongan menjadi besar jumlahnya karena di tambah dengan rombongan paroki menuju Stasi Ntaram. Br. Dedi berdiri di atas kendaraan terbuka beriringan menuju stasi Ntaram. Sebelum masuk kampung tua-tua adat sudah menunggu karena ada acara penerimaan secara adat lagi. Dari sini rombongan berjalan kaki. Situasi menjadi semarak, iring-iringan menjadi bergerak perlahan diiringi musik danding (lagu-lagu adat Manggarai).

Setibanya di rumah kediaman orang tua Br. Dedy, sekali lagi acara penyambutan dan penerimaan adat dilakukan, dilanjutkan makan bersama dan istirahat. Hal istimewa dalam acara penyambutan ini adalah acara kepok dan pengalungan selendang yang dilakukan oleh keluarga yang beragama islam. Di desa Ntaram ini warganya memeluk agama Islam dan Katolik. Pemeluk Islam masih ada ikatan keluarga dengan yang beragama katolik. Bahkan orang tua dari Br. Dedi awalnya beragama Islam. Istimewanya meskipun bapak dari Br. Dedi saat mudanya masih berstatus agama Islam sudah diberi kepercayaan untuk menjadi salah satu pengurus dari KBG (kelompok Basis Gereja) sampai dengan sekarang (40 tahun)

Hari Senin 20 Juli 2015 tepat pukul 10.00 Ekaristi syukuran di mulai. Br. Dedi diapit oleh kedua orang tua dan keluarga dari muslim. Sekali lagi terjadi penyambutan di gerbang masuk kapel, lalu arak-arakan masuk kapel. Koor dimeriahkan dengan lagu-lagu adat meriah dipimpin oleh seorang katekis mantan bruder OFM. Umat yang hadir dalam ekaristi syukur ini sangat antusias mengikuti jalannya ekaristi. Selesai Ekaristi rombongan kembali ke rumah dilanjutkan dengan santap siang bersama. Seluruh rangkaian acara berakhir pkl. 15.00

Trimakasih Br. Dedi yang telah mengikrarkan kaul kekal sebagai Bruder CSA. Trimakasih atas dukungan keluarga, Pastor Paroki dan seluruh warga paroki Watu Nggong dan khususnya Stasi Ntaram. Selamat berkarya.

Br. Viktor, CSA

Rabu, 15 Juli 2015

WIRA USAHA ALA ASRAMA SMP ST. ALOISIUS RUTENG

Sesuai dengan Visi Misi Asrama CSA tentang kegiatan kemandirian atau bisa juga di sebut wirausaha asrama St.Alosius Ruteng mengadakan kegiatan bertani dan daur ulang sampah plastik.

Kegiatan ini dilakukan setiap hari Sabtu sore atau pada hari hari lain bila ada kesepakatan penghuni asrama. Dengan sebidang tanah ukuran kecil di depan asrama anak-anak secara berkelompok mengolahnya dan menanam berbagai tanaman sayur sayuran. Br. Suryadi dengan setia menyiapkan koker sambil mengajarkan kepada anak bagaimana proses koker itu dilakukan sampai pada proses penanaman. Anak-anak dibantu oleh para aspiran yang bertugas di asrama, bagaimana merawat dan memanen hasil dari tanaman.


Selain itu kepada anak-anak juga diperkenalkan bagaimana memanfaatkan sampah untuk menjadi lebih berdaya guna. Mengingat Komuniatas Ruteng memiliki rumah retret yang setiap hari ada berbagai macam kegiatan. Biasanya dari kegiatan setiap kelompok memanfaatkan air mineral. Selesai kegiatan mereka membuang gelas-gelas mineral ke tempat sampah. Asramawan memanfaatkan gelas-gelas itu dengan cara mengumpulkan lalu dibersihkan selanjutnya di masukan dalam karung. Berhubung asrama St. Aloisius Ruteng tidak memiliki mesin pengolah, maka untuk pengolahannya bekerja sama dengan asrama St. Hermanus Kotagoa Boawae. Asrama St. Hermanus sudah lebih dulu mengumpulkan gelas-gelas aqua dan saat ini sudah terkumpul hampir 1 ton. Gelas-gelas yang terkumpul di Ruteng di kirim ke Boawae untuk diproses lebih lanjut.

Senin, 13 Juli 2015

KAPITEL CSA


Kapitel adalah rapat umum kongregasi bruder CSA yang diadakan 5 tahun sekali untuk membuat keputusan-keputusan dan memilih pemimpin umum dengan penasihatnya untuk periode 5 tahun. Kapitel CSA tahun ini berlangsung di Rumah Retret Sangkalputung Klaten. Mgr. Y Pujo, Uskup Semarang, membuka kapitel hari pertama tgl. 1 Juli 2015 dengan Ekaristi. Selama 7 hari 19 bruder yang dipilih menjadi anggota rapat berproses bersama membahas usulan yang akan dijadikan keputusan. Dan pada tgl. 8 Juli 2015 kapitel diakhiri dengan pemilihan Dewan Umum baru yang dikukuhkan oleh Vikjen KAS Rm. Sukendar, Pr yang mewakili Bapa Uskup.
Berikut adalah susunan Dewan Umum CSA periode 2015 - 2020
Pemimpin Umum   : Br. Martinus Suparmin, CSA
Wakil Pemimpin     : Br. Heribertus Suparno, CSA
Penasehat 2          : Br. Viktor London, CSA
Penasehat 3          : Br. Konradus Samsari, CSA
Penasehat 4          : Br. F Neri Subardi, CSA



Berikut beberapa foto yang diambil di hari terakhir kapitel :