Selamat Datang

... di situs resmi Kongregasi Bruder St. Aloysius

Kapitel Umum 2010

Wujud kebersamaan penegasan Roh dalam kongregasi.

Perayaan Syukur 150 thn CSA di Indonesia

Perayaan Jubileum 150 thn CSA di Indonesia bersama Uskup Semarang.

Rekreasi ke Pulau Komodo

Gembira bersama dalam semangat persaudaraan, kasih dan damai.

Workshop bersama para bruder se-NTT

Wujud pembinaan yang berkelanjutan bagi para bruder di tempat karya.

Jubileum 150 thn CSA di Indonesia

Mengenang awal kehadiran Bruder CSA di Indonesia pada tahun 1862.

Evaluasi bersama akhir tahun

Pencarian bersama kehendak Roh Kudus dalam hidup dan karya para Bruder CSA.

Perayaan syukur hidup membiara

Syukur atas rahmat kegembiraan, persaudaraan, dan kesetiaan dalam hidup membiara.

Jumat, 06 Maret 2020

AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DI SMK SANTO ALOISIUS DILANDASI OLEH SEMANGAT PERSAUDARAAN, KASIH, DAN DAMAI (PKD)

Sekolah Menengah Kejuruan Santo Aloisius yang beralamat di Jl. Ahmad Yani 8 Ruteng merupakan sekolah di bawah naungan Kongregasi Bruderan CSA. Letaknya yang cukup strategis berada di tengah kota dan berada di lingkungan Biara Bruderan CSA membuat situasi belajar di sekolah ini lebih kondusif, aman, dan jauh dari keramain. Dengan semangat para pendiri Bruderan CSA yang menekankan semangat Persaudaraan, Kasih, dan Damai atau yang lebih popular dengan sebutan PKD kemudian semangat inilah yang menjadi landasan dalam proses belajar mengajar di  SMK Santo Aloisius yang memiliki dua program kejuruan yakni, Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Pengelasan (TP). Sesuai dengan Visi SMK Santo Aloisius yaitu, Menjadi Sekolah Unggul di Kota Ruteng maka dalam proses penyelenggaran pendidikan berusaha untuk menyentuh semua aspek yaitu, afektif, kognitif, dan psikomotorik. Untuk mencapai ketiga aspek ini maka proses belajar mengajar tidak hanya terjadi di dalam kelas tetapi juga kegiatan lain yang dilaksanakan di luar kelas yaitu, kegiatan pembentukan karakter.

SMK Santo Aloisius memiliki kegiatan pembentukan karakter yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila yang dalam pelaksanaanya dilandasi oleh semangat Persaudaraan, Kasih, dan Damai (PKD). Kegiatan pembentukan karakter lima belas menit sebelum masuk kelas ini merupakan kegiatan wajib yang dilaksanakan setiap hari senin sampai hari sabtu. Bentuk kegiatannya seperti, Upacara Bendera, Katolisitas, Literasi, Senam dan Kebersihan Lingkungan.  Adapun bentuk kegiatannya akan dijabarkan lebih terperinci sebagai berikut:
Pertama, Upacara Bendera.  Kegiatan pembentukan karakter yang dilaksanakan pada setiap hari senin adalah upacara bendera kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dalam diri siwa/siswi SMK Santo Aloisius Ruteng hal ini sesuai dengan aktualisasi nilai Pancasila sila ke-3 yaitu, sila persatuan Indonesia dimana semua warga negara harus memiliki rasa cinta terhadap tanah air.
Kedua, Katolisitas. Sebagai sekolah Katolik di bawah naungan para Bruder CSA salah satu kegiatan pembentukan karakter yang tak kalah penting adalah kegiatan Katolisitas. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari selasa pagi dan sore hari setiap hari senin. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter siswa/siswi SMK Santo Aloisius agar memiliki sikap spiritual sebagaimana juga diamanatkan di dalam kurikulum 2013. Selain itu kegiatan Katolisitas bertujuan untuk menjadikan siswa/siswi SMK Santo Aloisius memiliki ciri khas yang sesuai dengan ajaran Gereja Katolik yaitu, berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Kekatolikan baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Walaupun merupakan sekolah Katolik di SMK Santo Aloisius juga terdapat siswa/siswi yang beragama lain, seperti agama Islam, Hindu, dan Budha dimana dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah siswa/siswi tersebut saling menghargai dan menghormati satu sama lain meskipun memiliki perbedaan keyakinan. Kegiatan Katolisitas juga merupakan aktualisasi dari sila Pancasila yaitu sila Ketuhanan Yang Maha Esa dimana sebagai bagian dari masyarakat Indonesia siswa/siswi SMK Santo Aloisisus menunjukan kepercayaan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta saling menghormati antara sesama teman yang berbeda keyakinan dengan cara beribadah sesuai dengan agama dan  kepercayaannya masing-masing.
Ketiga, Kebersihan Lingkungan. Sesuai dengan Misi SMK Santo Aloisius yang ke-3 yaitu, Menyelenggarakan Pendidikan Berwawasan Lingkungan, maka dalam proses penyelenggaran pendidikan salah bentuk kegiatan pembentukan karakter yang dilaksanakan adalah kebersihan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa/siswi SMK Santo Aloisius agar peduli terhadap lingkungan. Kegiatan kebersihan lingkungan tidak hanya terbatas di lingkungan sekolah tetapi juga siwa/siswi SMK Santo Aloisius terlibat aktif dalam membersihkan lingkungan baik bersama pemerintah maupun bersama masyarakat di sekitar lingkungan sekolah. Hal ini sesuai dengan aktualisasi nilai-nilai Pancasila sila ke-5 yaitu, mencerminkan sikap kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Selain kegiatan-kegiatan pembentukan karakter di atas siswa/siswi SMK Santo Aloisius Ruteng juga di didik untuk peduli terhadap sesama dan gemar melakukan kegiatan kemanusian. Hal ini ditunjukan dengan memberikan sumbangan berupa beras dan uang kepada beberapa Panti Asuhan yang berada di kota Ruteng, ini tentunya sebagai wujud dari semanagat Persaudaraan, Kasih, dan Damai.
Kegiatan-kegiatan pembentukan karakter di atas diharapkan mampu membentuk karakter siswa/siswi SMK Santo Aloisius Ruteng sesuai dengan nilai-nilai adat istiadat masyarakat Indonesia dimana nilai-nilai seperti, Ketuhanan, Kemanusian, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun dalam lingkungan negara. Selain itu kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan mampu membentengi siswa/siswi SMK Santo Aloisius dari pengaruh negatif yang dapat merusak moralitas.

Yohanes Satrio Panggut, S.Pd (Pengajar Pendidikan Kewarganegaraan SMK St.Aloisius)

Sabtu, 29 Februari 2020

VIRUS VALENTINE

Pagi yang cerah menemani aktivitas pagi yang sedang berlangsung di SMK Swasta Santo Aloisius. Seperti biasa setiap hari Jumat anggota lembaga SMK Swasta Santo Aloisius melakukan olah raga bersama sebagai salah satu bentuk kegiatan pembentukan karakter siswa di sekolah. Raga yang diolah pasti menghasilkan jiwa yang sehat. Dengan jiwa yang sehat tentu bisa menciptakan pribadi yang unggul. Setelah melakukan senam pagi kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bruder Viktor,CSA selaku Kepala Sekolah SMK Swasta Santo Aloisius. Kemudian para peserta didik memasuki kelasnya masing-masing untuk memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Jumat 14 Februari 2020 orang merayakan hari Valentine (hari kasih sayang). Setiap orang tentu dengan caranya masing-masing ingin mencurahkan rasa sayangnya kepada orang yang mereka sayangi. Siswa SMK Swasta Santo Aloisius ditengah kesibukan di sekolah juga memiliki caranya sendiri untuk mencurahkan kasih sayangnya kepada sesama. Lebih khusus siswa dari kelas X Jurusan Pengelasan (X TP A) mereka berniat untuk mengunjungi dan bekerja bersama siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Tenda Ruteng. siswa dari kelas X Jurusan Pengelasan (X TP A) memanfaatkan waktu yang tersedia untuk membantu siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Tenda Ruteng membersihkan lingkungan di sekolah mereka.
                Kunjungan dan kerja bersama untuk membersihkan lingkungan sekolah ini terjadi sebagai bentuk kepedulian siswa SMK Swasta Santo Aloisius terhadap adik-adik di SLB Tenda Ruteng. Selain bentuk kepedulian, kunjungan dan kerja bakti bersama ini merupakan perwujudan kasih sayang siswa SMK Swasta Santo Aloisius kepada adik-adik di SLB Tenda Ruteng yang memiliki keterbatasan baik secara fisik maupun mental. Kedatangan mereka pun disambut baik oleh Bapak Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Ruteng. Selanjutnya siswa SMK Swasta Santo Aloisius bekerja bersama siwa-siswi (SLB) Tenda Ruteng untuk membersihkan lingkungan sekolah mereka. Kerja bakti bersama ini diwarnai dengan canda tawa dan percakapan antara siswa-siswi dari kedua sekolah yang berbeda. Setelah bekerja bersama selama hampir dua jam kami pun pamit untuk pulang ke sekolah. 
Kunjungan ke SDLB(Sekolah Dasar Luar Biasa) Tenda Ruteng                
Zaman milenial yang sedang melanda kaum muda sangat berpengaruh bagi perkembangan kepribadian mereka. Orang muda dituntut agar mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang. Selain mengikuti arus perkembangan yang ada orang muda diharapkan juga agar tetap mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar. 
Kepedulian dan perhatian kepada teknologi hendaknya tidak menyurutkan kepedulian dan perhatian kepada sesama di sekitar kita. Marilah kita mencari cara untuk menyebarkan virus valentine (kasih sayang) kepada orang lain agar kepedulian dan perhatian kepada sesama manusia tetap 
update dan selalu di upgrade. Sehingga kehidupan yang penuh dengan rasa kemanusiaan tetap terjaga. Salam PKD (Persaudaraan Kasih dan Damai)

Matheus E. B. Hipir,S.Fil ( Guru Agama SMK St. Aloisius )

MEMBUKA KOMPENTENSI KEAHLIAN BARU


SMK St. Aloisius Ruteng berencana untuk membuka Komptensi Keahlian baru yaitu Kompetensi Keahlian Multimedia.  Langkah awal yang dilakukan adalah membuat proposal kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT.  Proposal sudah diajukan pada tanggal 9 Januari 2020. Setelah sebulan pengajuan proposal,  belum ada jawaban maka pada tanggal 18 Januari 2020 Br. Viktor bertemu dengan kepala Dinas Pendidikanbdan Kebudayaan NTT.  Hasil pembicaraan dengan Kepala Dinas adalah setiap sekolah yang mengajukan pembukaan Kompetensi Keahlian baru harus dikaji lebih dahulu oleh team pengkaji dari Propinsi.  Team ini akan memberi rekomendasi kepada Kepala Dinas Pendidikan.  Segala biaya selama proses pengkajian ditanggung oleh sekolah. Sepuluh hari setelah bertemu dengan Kepala Dinas,belum ada berita tentang jadwal pengkajian maka atas saran dari Koordinator Pengawas Kabupaten Manggarai pihak sekolah mengajukan surat ke Propinsi agar jadwal pengkajian segera diterbitkan.  Sekarang kita sedang menunggu berita lebih lanjut dari Propinsi.
Untuk mendukung Kompetensi Keahlian yang baru pihak sekolah telah membangun komunikasi dengan perusahaan Komputer Axioo.  Pada tanggal 27 Januari 2020 Br. Viktor bersama calon Ketua Program Kompentensi Keahlian Multimedia berangkat ke Bandung untuk penandatanganan MoU dengan perusahaan Komputer Acio dengan progran ACP(Axioo Class Program). Bentuk kerja sama dengan ACP antara lain pihak sekolah akan memenuhi beberapa kewajiban seperti ruangan dengan standar Axioo. Setiap siswa harus memiliki labtop yang sudah terinstal dengan muatan program pembelajaran. Setiap peserta dididik akan dilatih untuk menguasai beberapa aplikasi komputer juga kemampuan  bongkar pasanng labtop dan Hand Phone.  Setiap angkatan harus menghasilkan lululusan yang mampu menjadi tutor. Bila tutor memiliki ketrampilan standar Axioo akan direkrut menjadi karyawan Axioo.
Kerja sama dengan Axioo dapat  terwujud bila SMK St. Aloisius mendapat ijin membuka  Kompetensi Keahlian Muktimedia. Semoga

Br.Viktor Lonon, CSA

In Memoriam Br. Michael Kasmari, CSA (1934 – 2020)


Br. Michael Kasmari, CSA lahir di Semarang 12 Juli 1934, anak ke-4 dari 5 bersaudara, dari pasangan orang tua, ayah Atmowidjoyo dan ibu Saripah. Br Michael dibaptis pada tanggal 24 Mei 1953, dan satu setengah tahun berikutnya menerima sakramen krisma di Gereja Candi Karang Panas, Semarang. Pada tanggal 8 Juli 1955, Br Michael lulus Sekolah Rakyat (SR) dan tanggal 1 Oktober 1960 lulus Sekolah Tehnik (ST). Setelah lulus dari Sekolah Tehnik tepatnya 6 Januari 1960, Br. Michael mendaftarkan diri menjadi calon Bruder CSA dan menjalani masa formatio awal di komunitas Madiun. Pada tanggl 28 Juli 1961 diperbolehkan untuk profes dan menjalani masa yuniorat di Surabaya hingga mengikrarkan kaul seumur hidup pada bulan Juli 1965 di Semarang.

Setelah kaul kekal, Br. Michael mengikuti kursus kateketik di Akademi Kateketik Indonesia di Yogyakarta dari tahun 1965 – 1968. Karena semua bruder harus menjadi pendidik/guru, maka Br. Michael diminta melanjutkan sekolah di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) St. Bernardus Madiun dan lulus pada tahun 1970. Setelah lulus SPG, Br Michael mengajar anak-anak Sekolah Dasar di Surabaya selama 2 tahun, dari tahun 1971-1973 dan kemudian pindah ke Madiun untuk mengajar di SD, SMP, SPG dan menjadi kepala SD dari 1973 – 1997. Hampir separuh hidupnya dibaktikan sebagai guru SD dan TK St. Yusuf Madiun.

Pada tanggal 2 Juni 1985, Br. Michael merayakan Pesta Perak, 25 tahun hidup membiara, tanggal 27 Agustus 2000 merayakan Panca Windu, 40 tahun hidup membiara dan pada bulan Juni 2010 merayakan Pesta Emas, 50 tahun hidup membiara dan istimewanya semua peristiwa penting itu dirayakan di komunitas Madiun. Kecintaannya pada anak-anak, terlebih yang kurang mampu ia wujudkan dalam tanggugjawabnya yang besar mengemban amanat dari kongregasi dengan menjadi perintis dan pemerhati Panti Asuhan Putra St. Aloisius Madiun pada tahun 1997, menggantikan karya lama berupa Asrama untuk anak-anak SMP dan SMK.

Karena kondisi kesehatannya dan supaya mendapatkan pendampingan dan perawatan yang lebih baik, pada bulan Desember 2017 Br. Michael dipindahkan dari komunitas Madiun ke komunitas Tusam - Wisma Lansia Harapan Asri Banyumanik, Semarang. Setelah kurang lebih 2 tahun bergumul dengan usia lanjut dan sakitnya, dan secara khusus beberapa hari harus dirawat intensif di Rumah Sakit maka pada tanggal 23 Januari 2020, pkl 17.12 wib di RS Elisabeth Semaranng, Br. Michael, CSA (85 thn) di panggil Tuhan Yang Maha Rahim, untuk tinggal bersama-Nya, selamanya.

Selamat Jalan Br. Michael, teladan baik bruder akan selalu dikenang dan dicontoh, dan doa-doa bruder di Surga akan selalu mengiringi peziarahan kongregasi yang kita cintai ini. Foto-foto saat acara pemakaman bisa dilihat disini.




Selasa, 31 Mei 2016

SEJARAH BERDIRINYA SMK SANTO ALOISIUS RUTENG


Tulisan ini akan diterbitkan dalam beberapa bagian.

Bagian Pertama

Mei 2015

Kehadiran Lembaga Pendidikan SMK Santo Aloius tidak terlepas dari sejarah berkembangnya karya para Bruder CSA di Komunitas Ruteng. Para Bruder CSA (Santo Aloisius) mulai berkarya di Manggarai pada tahun 1958 atas undangan Mgr. Van Bekum, SVD. Karya yang ditangani para bruder yakni SGB lalu dalam perjalanan waktu berubah menjadi SGA dan yang terakhir  SPG. Pada tahun 1991 SPG ditutup secara nasional oleh pemerintah. 

Desakan dari berbagai pihak setelah SPG tutup para bruder diminta untuk membuka SMA atau SMP Plus, mengingat para bruder terkenal dengan kemampuan untuk mendidik  kaum muda.
Yayasan berpikiran lain lain.
Pada tahun 1992 Bruder Thomas Voets selaku ketua yayasan mengajak dialog dengan Uskup dan Pemda untuk mendiskusikan karya yang tepat untuk para bruder itu apa. Setelah melalui proses yang panjang akhirnya menentukan karya Pnedidikan non formal untuk pendidikan kaum muda yang disebut PUSLAT PSE. Saat itu banyak anak muda banyak yang drop out dari sekolah, tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu untuk pembinaan rohani umat Manggarai maka sebagian lahan di kompleks tubi dijadikan rumah pembinaan iman yang disebut PUSAT SPIRITUALITAS EFATA.  Semuanya itu mulai dibangun tahun 1992 sampai dengan 1994.
 Peserta kursus yang yang dibina di PUSLAT PSE berasal dari berbagai kabupaten di NTT misalnya dari Sumba, Larantuka, Ngada, Maumere dan tentu saja dari Manggarai. Mereka di PUSLAT PSE dilatih bagaimana cara bertani, menjadi tukang kayu dan berbagai ketrampilan. Setelah tamat dari PUSLAT PSE mereka ad yang mandiri untuk bekerja, selain itu juga bekerja di tempat orang lain sesuai bidangnya lalu setelah mengumpulkan sejumlah modal kemudian berwiraswasta. PUSLAT PSE sudah berusia 22 tahun. Sudah ratusan kaum muda yang di didik dan dilatih. Dalam perkembangan jaman dunia pendidikan semakin maju. Pemerintah mendirikan SMP dan SMA sampai tingkat kecamatan. Maka anak-anak yang drop out semakin berkurang.
Awal tahun 2015 sewaktu kunjungan DU di Ruteng mengajak para bruder dan Yayasan untuk membaca tanda-tanda jaman bahwa pendidikan formal setingkat SMA sudah masuk disetiap kecamatan, maka pertanyaan setelah peserta kursus semakin sedikit lalu CSA mau berbuat apa?.  Pihak Yayasan yang dimotori oleh Br. Suryadi dan Br. Viktor diminta untuk menjajagi SMK  supaya didialogkan dengan pihak pemerintah kabupaten dan Uskup.
Setelah mendapat tugas dari Pimpinan Umum selanjutnya adalah melakukan konsultasi dengan pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga Kabupaten Manggarai dan Keuskupan Ruteng. Dari Dinas PPO memberi petunjuk bahwa untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan khsususnya Lembaga Pendidikan Swasta harus memenuhi 2 syarat utama yaitu pertama harus memiliki Ijin Operasional dan kedua memiliki ijin Kelembagaan. Ijin operasinal agar sekolah dapat dimulai proses belajar mengajar, sedangkan ijin kelembagaan bahwa sekolah itu diakui oleh pemerintah dan berhak mendapat bantuan dari pemerintah. Ijin Kelembagaan dapat diterbitkan setelah sekolah berjalan minimal 1 bulan dan paling lama dua tahun. Selama itu pemerintah melakukan evaluasi.
Untuk memperoleh ijin operasional pihak Yayasan harus mengajukan proposal pendirian sekolah yang memuat tentang: Tujuan Visi Misi sekolah, ketersediaan lokasi/gedung, tenaga pendidik dan kependidikan, sekolah pendukung serta sumber dana.

Juni 2015
Pada bulan Juni 2015 Yayasan Solidaritas mengajukan proposal pendirian sekolah kepada pemerintah. Setelah dilakukan beberapa kali konsultasi proposal dan perbaikan akhirnya pada pertengahan Juni 2015 proposal dinyatakan layak diajukan. Sambil menunggu persetujuan proposal dilapangan persiapan terus dilakukan. 

Br. Viktor bersama anggota DU mengadakan kunjungan (studi banding) ke SMK Leonardo Klaten dan SMK Sanjaya. Dari kunjungan ini diperoleh beberapa informasi penting tentang  SMK

Juli 2015
Awal Juli 2015 Br. Suryadi dan Br. Viktor menghadap Bapak Uskup serta membawa surat tentang rencana pedirian SMK. Dalam pembicaraan itu Bapa Bapak Uskup sangat mendukung terhadap rencana pendirian SMK.

Tanggal 18 Juli 2015 sebuah team kecil dari SMK IPT Semarang yaitu Pa Edi Susanto dan Pa Ruby Budhiharto tiba di Ruteng, Kehadiran dari team ini untuk mendakan obserasi lokasi dan penggunaan ruangan.

Tanggal 22 Juli 2015 sebuah team dari pemerintah datang ke lokasi utuk melakukan peninjauan untuk memastikan keadan di lapangan dan proposal yang diajukan. Kurang lebih dua jam team melakukan peninjauan keliling dan di akhir pertemuan team memastikan bulan Agustus 2015 ijin operasional di terbitkan.

Br. Viktor, CSA