Selamat Datang

... di situs resmi Kongregasi Bruder St. Aloysius

Kapitel Umum 2010

Wujud kebersamaan penegasan Roh dalam kongregasi.

Perayaan Syukur 150 thn CSA di Indonesia

Perayaan Jubileum 150 thn CSA di Indonesia bersama Uskup Semarang.

Rekreasi ke Pulau Komodo

Gembira bersama dalam semangat persaudaraan, kasih dan damai.

Workshop bersama para bruder se-NTT

Wujud pembinaan yang berkelanjutan bagi para bruder di tempat karya.

Jubileum 150 thn CSA di Indonesia

Mengenang awal kehadiran Bruder CSA di Indonesia pada tahun 1862.

Evaluasi bersama akhir tahun

Pencarian bersama kehendak Roh Kudus dalam hidup dan karya para Bruder CSA.

Perayaan syukur hidup membiara

Syukur atas rahmat kegembiraan, persaudaraan, dan kesetiaan dalam hidup membiara.

Senin, 29 Juni 2020

Dinamika Aspiran di Komunitas Ruteng

Bruderan CSA Ruteng selama ini menjadi tempat aspiran (para pemuda yang tertarik untuk bergabung menjadi Bruder CSA) mengalami secara langsung tinggal bersama para bruder dan mengikuti dinamika kegiatan harian di biara CSA. Selain ada pelajaran bersama mereka juga sedikit banyak dilibatkan membantu di unit karya agar bisa merasakan pekerjaan dan tanggung jawab para bruder. Semangat Persaudaraan, Kasih, dan Damai (PKD) mulai ditanamkan dalam hidup harian. Berikut ini sekilas dinamika para bruder bersama aspiran yang dirangkum oleh Br. Alfons, CSA. Tahun lalu Tuhan mengirim 9 pemuda untuk bergabung sebagai aspiran CSA di Ruteng dan saat ini sudah memasuki masa Postulan. Tuhan senantiasa mendampingi mereka dalam proses formasi/pembentukan selanjutnya.  Saat ini juga ada 9 calon aspiran yang akan bergabung. Semoga semakin banyak orang muda yang berani menjawab panggilan Tuhan untuk bekerja di kebun anggurNya. Mohon doa bagi para calon CSA. 
Deo Gracias!

Sabtu, 27 Juni 2020

Profil Asrama Mahasiswa St Maximilian Kolbe

ASRAMA MAHASISWA SANTO MAXIMILIAN KOLBE UAJY
“Mewujudkan pribadi yang Unggul, inklusif, humanis dan  Berintegritas”

Gedung Asrama 2 lantai
Sejak Th. 2018 CSA bekerjasama dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dalam karya pendampingan mahasiswa asrama. Br. Libert CSA, diutus untuk menjadi Pendamping asrama mahasiswa Santo Maximilian Kolbe yang terletak di kampus dua UAJY. Asrama ini diresmikan pada tanggal 14 Agustus 2018 oleh Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Bapak Dr. G. Nurhantanto, SH, LLM, bertepatan dengan peringatan wajib St. Maximilian Kolbe. Misi utama asrama adalah sebagai fasilitas
pembentukan mahasiswa yang militan dalam iman, berintegritas, cerdas, humanis, dan profesional dalam dunia kerja. Asrama Kolbe hanya diperuntukan bagi mahasiswa baru dari luar kota. Mereka boleh tinggal selama dua tahun pertama, setelah itu mereka harus mencari tempat lain di tengah masyarakat untuk mewujudkan nilai-nilai yang telah diinternalisasikan. 
Santo Maximilian Kolbe adalah Pelindung utama Asrama Mahasiswa UAJY. Santo Maximilian Kolbe lahir pada tanggal 8 januari 1894 dan wafat pada tangal 14 Agustus 1941. Kolbe dilahirkan dengan nama Raymond Kolbe. Raymond Kolbe adalah seorang biarawan ordo Conventual Fransiskan Polandia yang mengajukan diri untuk dihukum mati menggantikan seorang yang tak dikenal di Camp konsentrasi Nazi di Auschwitz, Polandia. 
Kolbe merupakan pribadi yang taat dan setia pada rencana dan kehendak Tuhan. Sikapnya yang berani mengambil resiko dalam setiap persoalan hidup tentu menjadi gambaran  penting bagi kaum muda saat ini. Melayani Tuhan dengan cinta serta peka terhadap situasi sosial adalah contoh yang patut diteladani oleh para penghuni Asrama Mahasiswa UAJY.
Semoga mahasiswa yang didampingi di sini mampu menjadi Pemimpin yang kredibel, bertanggung jawab, inklusif, humanis dan rendah hati. Dan berkat doa Santo Maximilian Kolbe asrama ini akan menghasilkan pribadi-pribadi yang unggul, berintegritas, peka dan peduli pada sesama dan lingkungan dilandasi semangat persaudaraan kasih dan damai (PKD).
Keutamaan-keutamaan
1.    Unggul   :
Tekun, Serius, Kerja keras, Kerja cerdas, Rendah hati, Inovatif, Kreatif, Bekerja dengan hati, Passion, Disiplin, Reflektif, Sadar diri, Tulus, Setia
2.    Inklusif
Terbuka (open mind, open heart), Toleran, Berpihak pada yang lemah, difabel, tersingkir, Berani menerima perbedaan, Respek, Tulus.
3.    Humanis
Dermawan, Toleran, Tulus, Murah hati, Berbela rasa, peka
4.    Integritas
Dipercaya, Jujur, Tulus, Setia, Lurus hati, Lurus nalar/pikir, Lurus laku, Lurus budi, Bersih, Bertanggung jawab, Komitmen

Br. Libert Jehadit, CSA

Senin, 22 Juni 2020

Peristiwa 21 Juni 2020

BUKAN KAMU YANG MEMILIH AKU, TETAPI AKULAH YANG MEMILIH KAMU

21 Juni 2020 merupakan hari istimewa bagi Kongregasi Bruder-Bruder St. Aloisius (CSA). Di tengah Pandemi Covid-19 ini, digelar perayaan Ekaristi di kapel Novisiat CSA, Kotabaru Yogyakarta untuk merayakan Pesta St. Aloisius Gonzaga pelindung para Bruder CSA. Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh Romo Paroki St Antonius Kotabaru, Rm. Macarius Maharsono Probho, SJ, sekaligus menjadi peristiwa berahmat karena di dalamnya ada acara penerimaan calon bruder dan proses melanjutkan masa formasi bruder-bruder muda.
Pada hari yang sama, di Komunitas CSA Ruteng, Manggarai, NTT, juga ada acara penerimaan 9 orang pemuda dari NTT yang telah menyelesaikan masa aspiran dan diterima untuk memasuki masa postulan. Selain itu ada acara pembaharuan 1 bruder yunior. Ekaristi di Ruteng dipersembahkan oleh Pater Raimundus SVD.
1.      Penerimaan Postulan
    Di Jogja ada penerimaan 1 postulan, yaitu Sdr. Klaudius Serko Jao, dari Paroki Santo Paulus Mano, Manggarai, Keuskupan Ruteng. Sedangkan di Ruteng ada 9 postulan baru, mereka adalah: Efrem Agustinus Mosa, Syprianus Koa, Glaudio Igo Wandro Lote, Verdinandus Pineul, Willybrodus Loe, Ludovikus Luisa Gurol, Alfianus Nalang, Gregorius Than Lassa, Adrianus Seran.
Sehingga tahun ini ada 10 orang muda yang menjadi postulan CSA.
2.      Penerimaan Novis 1
a. Sdr. Melkior Adung, dari Paroki Santo Eduardus, Watunggong-Keuskupan Ruteng
b. Sdr. Paskalis Pineul berasal dari Paroki Santa Filomena, Mena Kefamenanu-Keuskupan Atambua
c. Sdr. Erminus berasal dari Paroki Santa Maria Pajar Mataram, Keuskupan Tanjung Karang, Bandar Lampung.
3.      Pengucapan Kaul pertama
a.   Br. Damianus Miadi Dala, dari Paroki Santa Maria Asumpta Katedral Ruteng, Keuskupan Ruteng
b.  Br. Richardus Nggiring, berasal dari paroki Salib Suci Mamba, Manggarai Timur Keuskupan Ruteng
Selanjutnya mereka memasuki masa yuniorat.
4.      Pembaharuan Kaul
a.  Br. Theofilus Suhardi, CSA, yunior tahun III yang sedang tugas belajar di Semarang.
b. Br. Leonardus, CSA, yunior tahun III yang sedang tugas belajar di Ruteng.

Tema Perayaan syukur ini; “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu” (Yohanes 15:16), kiranya menginspirasi para bruder yang hadir.
Dalam kotbahnya, Rm. Mahar menegaskan bahwa pengikraran kaul adalah penyerahan diri yang total pada Tuhan. Sebuah pelepasan yang memunculkan keberanian, dan terus-menerus melakukan latihan panca indra untuk mengolah perasaan batin sehingga mampu mengenal siapa saya dan bagaimana melaksanakan tugas perutusan yang nyata dan relevan. Rm. Mahar juga mengajak para bruder agar bersama Yesus mengontemplasikan dengan jiwa Rohani, sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat guna menjawabi tantangan dan pergulatan dunia saat ini.
Dalam sambutan singkatnya, Br. Martinus, CSA, selaku pemimpin umum CSA Indonesia, mengingatkan kepada para bruder agar di tengah Pandemi Covid-19 ini, belajar dari Santo Aloisius Gonzaga yang pernah mengalami situasi sama saat melayani masyarakat yang terkena wabah sampar/pes. St. Aloisius adalah sosok pemberani, rela berkorban, setia dan fokus pada tugas yang dipercayakan. Dia mampu untuk lepas bebas dan terlibat total dalam perutusan sehingga mengalami sukacita sejati. Sebelum berkat penutup Rm. Mahar, SJ sekali lagi mengajak para bruder agar mencoba melihat Yesus yang selalu dan terus memperhatikan dunia saat ini seraya terus bermohon agar badai pandaemi ini segera berlalu. Acara diakhiri dengan foto Bersama dan ramah tamah bersama dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan. Di bawah ada video singkat misa di Ruteng dan di Yogyakarta yang dirangkai oleh Br. Alfons CSA & Br. Libert CSA.
Selamat Pesta Kongregasi buat kita semua, Tuhan memberkati.


Br. Libert Jehadit, CSA


Postulan baru th 2020 di Komunitas Ruteng
Misa Pesta St. Aloisius dan penerimaan postulan CSA di Kapel Efata - Ruteng

Misa Pesta St. Aloisius di Novisiat Bruder CSA, Kotabaru, Yogyakarta

Jumat, 06 Maret 2020

AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DI SMK SANTO ALOISIUS DILANDASI OLEH SEMANGAT PERSAUDARAAN, KASIH, DAN DAMAI (PKD)

Sekolah Menengah Kejuruan Santo Aloisius yang beralamat di Jl. Ahmad Yani 8 Ruteng merupakan sekolah di bawah naungan Kongregasi Bruderan CSA. Letaknya yang cukup strategis berada di tengah kota dan berada di lingkungan Biara Bruderan CSA membuat situasi belajar di sekolah ini lebih kondusif, aman, dan jauh dari keramain. Dengan semangat para pendiri Bruderan CSA yang menekankan semangat Persaudaraan, Kasih, dan Damai atau yang lebih popular dengan sebutan PKD kemudian semangat inilah yang menjadi landasan dalam proses belajar mengajar di  SMK Santo Aloisius yang memiliki dua program kejuruan yakni, Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Pengelasan (TP). Sesuai dengan Visi SMK Santo Aloisius yaitu, Menjadi Sekolah Unggul di Kota Ruteng maka dalam proses penyelenggaran pendidikan berusaha untuk menyentuh semua aspek yaitu, afektif, kognitif, dan psikomotorik. Untuk mencapai ketiga aspek ini maka proses belajar mengajar tidak hanya terjadi di dalam kelas tetapi juga kegiatan lain yang dilaksanakan di luar kelas yaitu, kegiatan pembentukan karakter.

SMK Santo Aloisius memiliki kegiatan pembentukan karakter yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila yang dalam pelaksanaanya dilandasi oleh semangat Persaudaraan, Kasih, dan Damai (PKD). Kegiatan pembentukan karakter lima belas menit sebelum masuk kelas ini merupakan kegiatan wajib yang dilaksanakan setiap hari senin sampai hari sabtu. Bentuk kegiatannya seperti, Upacara Bendera, Katolisitas, Literasi, Senam dan Kebersihan Lingkungan.  Adapun bentuk kegiatannya akan dijabarkan lebih terperinci sebagai berikut:
Pertama, Upacara Bendera.  Kegiatan pembentukan karakter yang dilaksanakan pada setiap hari senin adalah upacara bendera kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dalam diri siwa/siswi SMK Santo Aloisius Ruteng hal ini sesuai dengan aktualisasi nilai Pancasila sila ke-3 yaitu, sila persatuan Indonesia dimana semua warga negara harus memiliki rasa cinta terhadap tanah air.
Kedua, Katolisitas. Sebagai sekolah Katolik di bawah naungan para Bruder CSA salah satu kegiatan pembentukan karakter yang tak kalah penting adalah kegiatan Katolisitas. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari selasa pagi dan sore hari setiap hari senin. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter siswa/siswi SMK Santo Aloisius agar memiliki sikap spiritual sebagaimana juga diamanatkan di dalam kurikulum 2013. Selain itu kegiatan Katolisitas bertujuan untuk menjadikan siswa/siswi SMK Santo Aloisius memiliki ciri khas yang sesuai dengan ajaran Gereja Katolik yaitu, berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Kekatolikan baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Walaupun merupakan sekolah Katolik di SMK Santo Aloisius juga terdapat siswa/siswi yang beragama lain, seperti agama Islam, Hindu, dan Budha dimana dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah siswa/siswi tersebut saling menghargai dan menghormati satu sama lain meskipun memiliki perbedaan keyakinan. Kegiatan Katolisitas juga merupakan aktualisasi dari sila Pancasila yaitu sila Ketuhanan Yang Maha Esa dimana sebagai bagian dari masyarakat Indonesia siswa/siswi SMK Santo Aloisisus menunjukan kepercayaan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta saling menghormati antara sesama teman yang berbeda keyakinan dengan cara beribadah sesuai dengan agama dan  kepercayaannya masing-masing.
Ketiga, Kebersihan Lingkungan. Sesuai dengan Misi SMK Santo Aloisius yang ke-3 yaitu, Menyelenggarakan Pendidikan Berwawasan Lingkungan, maka dalam proses penyelenggaran pendidikan salah bentuk kegiatan pembentukan karakter yang dilaksanakan adalah kebersihan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa/siswi SMK Santo Aloisius agar peduli terhadap lingkungan. Kegiatan kebersihan lingkungan tidak hanya terbatas di lingkungan sekolah tetapi juga siwa/siswi SMK Santo Aloisius terlibat aktif dalam membersihkan lingkungan baik bersama pemerintah maupun bersama masyarakat di sekitar lingkungan sekolah. Hal ini sesuai dengan aktualisasi nilai-nilai Pancasila sila ke-5 yaitu, mencerminkan sikap kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Selain kegiatan-kegiatan pembentukan karakter di atas siswa/siswi SMK Santo Aloisius Ruteng juga di didik untuk peduli terhadap sesama dan gemar melakukan kegiatan kemanusian. Hal ini ditunjukan dengan memberikan sumbangan berupa beras dan uang kepada beberapa Panti Asuhan yang berada di kota Ruteng, ini tentunya sebagai wujud dari semanagat Persaudaraan, Kasih, dan Damai.
Kegiatan-kegiatan pembentukan karakter di atas diharapkan mampu membentuk karakter siswa/siswi SMK Santo Aloisius Ruteng sesuai dengan nilai-nilai adat istiadat masyarakat Indonesia dimana nilai-nilai seperti, Ketuhanan, Kemanusian, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun dalam lingkungan negara. Selain itu kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan mampu membentengi siswa/siswi SMK Santo Aloisius dari pengaruh negatif yang dapat merusak moralitas.

Yohanes Satrio Panggut, S.Pd (Pengajar Pendidikan Kewarganegaraan SMK St.Aloisius)

Sabtu, 29 Februari 2020

VIRUS VALENTINE

Pagi yang cerah menemani aktivitas pagi yang sedang berlangsung di SMK Swasta Santo Aloisius. Seperti biasa setiap hari Jumat anggota lembaga SMK Swasta Santo Aloisius melakukan olah raga bersama sebagai salah satu bentuk kegiatan pembentukan karakter siswa di sekolah. Raga yang diolah pasti menghasilkan jiwa yang sehat. Dengan jiwa yang sehat tentu bisa menciptakan pribadi yang unggul. Setelah melakukan senam pagi kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bruder Viktor,CSA selaku Kepala Sekolah SMK Swasta Santo Aloisius. Kemudian para peserta didik memasuki kelasnya masing-masing untuk memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Jumat 14 Februari 2020 orang merayakan hari Valentine (hari kasih sayang). Setiap orang tentu dengan caranya masing-masing ingin mencurahkan rasa sayangnya kepada orang yang mereka sayangi. Siswa SMK Swasta Santo Aloisius ditengah kesibukan di sekolah juga memiliki caranya sendiri untuk mencurahkan kasih sayangnya kepada sesama. Lebih khusus siswa dari kelas X Jurusan Pengelasan (X TP A) mereka berniat untuk mengunjungi dan bekerja bersama siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Tenda Ruteng. siswa dari kelas X Jurusan Pengelasan (X TP A) memanfaatkan waktu yang tersedia untuk membantu siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Tenda Ruteng membersihkan lingkungan di sekolah mereka.
                Kunjungan dan kerja bersama untuk membersihkan lingkungan sekolah ini terjadi sebagai bentuk kepedulian siswa SMK Swasta Santo Aloisius terhadap adik-adik di SLB Tenda Ruteng. Selain bentuk kepedulian, kunjungan dan kerja bakti bersama ini merupakan perwujudan kasih sayang siswa SMK Swasta Santo Aloisius kepada adik-adik di SLB Tenda Ruteng yang memiliki keterbatasan baik secara fisik maupun mental. Kedatangan mereka pun disambut baik oleh Bapak Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Ruteng. Selanjutnya siswa SMK Swasta Santo Aloisius bekerja bersama siwa-siswi (SLB) Tenda Ruteng untuk membersihkan lingkungan sekolah mereka. Kerja bakti bersama ini diwarnai dengan canda tawa dan percakapan antara siswa-siswi dari kedua sekolah yang berbeda. Setelah bekerja bersama selama hampir dua jam kami pun pamit untuk pulang ke sekolah. 
Kunjungan ke SDLB(Sekolah Dasar Luar Biasa) Tenda Ruteng                
Zaman milenial yang sedang melanda kaum muda sangat berpengaruh bagi perkembangan kepribadian mereka. Orang muda dituntut agar mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang. Selain mengikuti arus perkembangan yang ada orang muda diharapkan juga agar tetap mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar. 
Kepedulian dan perhatian kepada teknologi hendaknya tidak menyurutkan kepedulian dan perhatian kepada sesama di sekitar kita. Marilah kita mencari cara untuk menyebarkan virus valentine (kasih sayang) kepada orang lain agar kepedulian dan perhatian kepada sesama manusia tetap 
update dan selalu di upgrade. Sehingga kehidupan yang penuh dengan rasa kemanusiaan tetap terjaga. Salam PKD (Persaudaraan Kasih dan Damai)

Matheus E. B. Hipir,S.Fil ( Guru Agama SMK St. Aloisius )