Selamat Datang

... di situs resmi Kongregasi Bruder St. Aloysius

Kapitel Umum 2010

Wujud kebersamaan penegasan Roh dalam kongregasi.

Perayaan Syukur 150 thn CSA di Indonesia

Perayaan Jubileum 150 thn CSA di Indonesia bersama Uskup Semarang.

Rekreasi ke Pulau Komodo

Gembira bersama dalam semangat persaudaraan, kasih dan damai.

Workshop bersama para bruder se-NTT

Wujud pembinaan yang berkelanjutan bagi para bruder di tempat karya.

Jubileum 150 thn CSA di Indonesia

Mengenang awal kehadiran Bruder CSA di Indonesia pada tahun 1862.

Evaluasi bersama akhir tahun

Pencarian bersama kehendak Roh Kudus dalam hidup dan karya para Bruder CSA.

Perayaan syukur hidup membiara

Syukur atas rahmat kegembiraan, persaudaraan, dan kesetiaan dalam hidup membiara.

Kamis, 22 Agustus 2013

HK Edisi 59

HK Edisi 59 telah terbit. Terima kasih atas semua pihak yg telah berkontribusi menulis artikel.
Format PDF-nya bisa didownload DISINI.

Sabtu, 20 Juli 2013

GSP

Para bruder yang terkasih, ada bahan utk GSP bila perlu, silakan download DISINI. Terima kasih.
Untuk brosur CSA terbaru silakan download DISINI.

Kamis, 18 Juli 2013

Buku Sejarah St Aloysius

Dalam kesempatan loka retret para bruder se-Jawa, para bruder memperdalam sejarah St. Aloisius selama satu hari dan membagikannya dalam diskusi. Luigi, nama kecil St. Aloisius, adalah seorang putra bangsawan yg menolak harta, kemewahan, jabatan, dan menggantikannya dengan penyerahan diri secara total kepada Kristus. Pengalaman hidupnya sangat kaya dan menginspirasi untuk ditimba dan menjadi teladan bagi para bnruder CSA, terutama bagaimana menghayati kemurnian dalam panggilan. Dinamika sejarah hidupnya menarik untuk disimak. Bisa dibaca di sini atau silakan download versi digitalnya disini.

Bahan Loka retret

Tgl. 7-13 Juli 2013, para bruder di Jawa mengikuti loka retret PKD dengan didampingi oleh Rm. Priyono Marwan, SJ. Loka retret diawali dengan triduum untuk latihan rohani dengan mempertajam dan mengasah kemampuan membaca gerak-gerak batin dan peka terhadapa sumber-sumbernya. Hari ke empat dan seterusnya diisi dengan pendalaman Spiritualitas Persaudaraan, Kasih dan Damai. Untuk bahan-bahannya bisa diunduh disini. Berikut materi selama loka retret:

Galeri Foto

Foto Perayaan Jubileum 150 th CSA di Indonesia

Donasi

CSA Indonesia berkarya di bidang pendidikan, pastoral, dan sosial-kemasyarakatan. Para bruder mengelola sejumlah sekolah formal dan kursus ketrampilan, asrama putra/i, panti asuhan, dan wisma lansia.
Bagi mereka yang ingin terlibat membantu mengembangkan karya-karya sosial kami bisa tranfer ke rekening berikut:

Bank CIMB Niaga, Cabang Pemuda, Semarang
No. Rekening  : 015 - 0130 - 714 - 007
Atas nama       : Kongregasi Para Bruder St Aloisius

Rabu, 17 Juli 2013

Loka Retret CSA

Hasil Loka retret bruder-bruder CSA-Semarang Juli 2013, bisa di download di link berikut ini (klik judul):
1. Powerpoint latihan Rohani
2. Loka karya PKD


Arsip Hidup Kita

Silakan klik link berikut untuk download edisi hidup kita:

  1. edisi 59
  2. edisi 60

Komunitas Kotagoa

Kotagoa adalah bagian dari komunitas Boawae. Awalnya asrama ini di kelola oleh sekolah dengan menugaskan para guru untuk pendampingan anak-anak. Setelah ada kesepakatan antara Pimpinan Tarekat dengan Kepala SMPK Kotagoa bahwa mulai tahun ajaran 2011/2012 Asrama St. Hermanus Kotagoa dikelola oleh para Bruder. Maka sejak tanggal 15 Juli 2011 Br. Viktor dan Br. Dinus menjadi pendamping asrama pertama. Dua bruder ini mengawali karya di asrama St. Hermanus Kotagoa dengan menerima siswa 56 orang. Seiring dengan kebijakan sekolah bahwa pada bulan Januari semua siswa kelas IX wajib masuk asrama maka jumlahnya bertambah menjadi 115 orang. Dalam pendampingan dua bruder ini mengembangkan  cara-cara pendampingan yang mengarah pada pengembangan pribadi. Adapun bentuk-bentuk pendampingan seperti rekoleksi bulanan, rekreasi bersama asrama puteri, wira usaha berupa pemeliharaan babi untuk di jual untuk membeli Generrator, menjual kalender untuk menambah dana pembeliah genearator, berkebun untuk mengembangkan kebiasaan berkebun di kampung asal, mengumpulkan sampah gelas plastik untuk didaur ulang, membuat majalan dinding dan masih banyak lagi. Pada tahun tahun selanjutnya jumlah anak asrama semakin bertambah.

Komunitas Kenjeran


PANTI ASUHAN BENIH KASIH


1.      YAYASAN                            : Panti Asuhan Benih Kasih (Wisama Bunda Theresa)

2.      ALAMAT KARYA             : Perumahan Gading Pantai jl. Madya gading pantai   
                                                           No,2 Kenjeran Sura Baya.

3.      Bidang Karya                   : Panti Asuhan

4.      Telp                                     : 031.389-3897

5.      Web site                           : www.pantiasuhan-benihkasih.org

6.      Email                                 : pantiasuhan_benihkasih@yahoo.com

7.      No. Rekening bank       :Bank BCA Cabang Mulyosari AC. 389 389 6666     
                                                         a/n   Tandya Sukmana/ Selvyna

8.      Tahun berdiri                  : 10 Juli 2008                       

9.      Profil Karya                   

Banyak keluarga miskin di daerah-daerah,tidak sanggup membiayai anak mereka untuk mengenyam pendidikan yang cukup .Tuntutan sehari-hari yang berat dan kondisi ekonomi  keluarga yang kurang mendukung, menyebabkan mereka terpaksa mengurbankan pendidikan anaknya sehingga banyak untuk berpotensi tidak punya kesempatan untuk berkembang lebih lanjut.

Dari keprihatinan ini lahirlah Panti Asuhan Benih Kasih. Atas Prakarsa Romo Willibrodus Murdani .CM  bersama Pengurus dan bekerja sama dengan Tarekat Suster-suster Mediatrix ( TMM) Mendirikan  Panti Asuhan Benih Kasih tanggal 8 Juli 2008. Panti ini berdiri berkat partisipasi Umat Paroki  St. Marinus Yohanes.Diresmikan oleh Mgr. Vincentius Sutikno tanggal 8 Pebruari 2012

13. Visi – misi                       

Bertumbuh Berkembang dan berbuah

14. Tantangan & Harapan    :

Masih banyak kaum muda yang belum mendapatkan perhatian dan kesempatan dalam dunia pendidikan dan ketrampilan yang setara untuk meraih masa depanya karena kurangnya biaya atau keadaan ekonomi yang  tidak tentu. Semoga mereka menemukan masa depanya dari mereka yang ingin membantu kaum muda.


 









Komunitas Kupang

Kehadiran para bruder CSA di Kupang tak lepas dari peran besar Bapak Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang Pr. Beliau selain memberi ijin tinggal, juga memberi lahan karya dengan sarana dan fasilitas yang dibutuhkannya. Lahan karya itu berupa bengkel milik keuskupan dan pendidikan formal, di mana para bruder dilibatkan sebagai pendidik di SMAK Giovanni. Sejak 12 Oktober 2002, para bruder menempati bekas kantor dan gudang Delsos Keuskupan Agung Kupang di wilayah paroki Oeleta, ketika terjadi gelombang pengungsian masyarakat Timor-Timur pro integrasi.
Komunitas ini terus berbenah diri dengan menambah beberapa ruang sederhana untuk kamar tidur dan ruang doa. Tanggal 20 Oktober 2002, dilangsungkan pemberkatan rumah dalam perayaan Ekaristi dan sekaligus penerimaan oleh Dewan Paroki setempat atas kehadiran para bruder.
Hari-hari selanjutnya para bruder disibukkan oleh tugas perutusan masing-masing, baik yang mengajar di SMA Giovanni maupun yang berkarya di bengkel kayu keuskupan. Hadir sebagai mitra keuskupan, tentunya para bruder membutuhan proses untuk mengenal kharakter dan menjalin kerjasama yang lebih baik dengan pihak keuskupan. Ada banyak kesulitan dan tantangan, namun juga menyiratkan peluang dan harapan untuk bisa lebih dalam terlibat dalam karya Gereja setempat, dan mewartakan kabar gembira bagi sesama di ibukota propinsi NTT ini.
Sebagai komunitas religius yang hadir di tengah-tengah umat, para bruder sebisa mungkin juga melibatkan diri dalam kegiatan gerejani di paroki St. Gregorius Agung Oeleta.
Anggota komunitas CSA Kupang saat ini (2013-2014), yakni : Br. Yohanes, Br. Konstan, Br. Dion, Br. Boni, Br. Christian.

Komunitas Madiun



Tanggal 16 Juli 1934, untuk pertama kalinya para bruder CSA yang semuanya berasal dari Belanda menjejakkan kaki di Madiun. Itulah awal kisah karya perutusan CSA di kota brem ini. Komunitas CSA Madiuan beralamat di Jl. A. Yani 6 Madiun, Jawa Timur. Karya awal para bruder di Madiun adalah mendirikan sekolah tingkat dasar baik untuk anak-anak Eropa (ELS) maupun pribumi (HIS) dan sekolah menengah (SMP) untuk siswa pribumi. Kemudian pasca kemerdekaan RI, Para bruder merintis Sekolah Pendidikan Guru (SPG) lengkap dengan asrama putra. Sedangkan asrama putri ditangani Suster Ursulin. Komunitas Madiun juga pernah menjadi rumah formasio bagi para calon bruder CSA
(novisiat CSA tahun 1957 – 1967) sebelumnya akhirnya dipindahkan ke Kotabaru-Yogyakarta tahun 1968.
Seiring dengan ditutupnya SPG di seluruh nusantara oleh pemerintah RI tahun 1991, karya asrama kemudian diperuntukkan oleh para siswa yang besekolah di kota Madiun, baik di SMP, SMA, maupun SMK. Karena dirasa perlu, tanggal 14 Juli 1998 dirintislah sebuah Panti Asuhan Putra yang menampung anak-anak dan remaja yatim, piatu, yatim piatu, maupun anak-anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Karya ini sekaligus menggantikan karya asrama yang kurang diminati lagi oleh kalangan muda di sekitar Madiun. Saat ini karya komunitas CSA Madiun adalah TK, SD, SMP St. Yusuf di Jl. Diponegoro 80, dan Panti Asuhan Putra St. Aloisius di Jl. A. Yani 8, Madiun.
Anggota komunitas CSA Madiun (2013-2014) yaitu : Br. Yakobus, Br. Mathias, Br. Mikael, Br. Andreas , Br. Aleks, Br. Bertus, Br. Dedi, Br. Neri, Br. Vincent.


Komunitas Kalasan

Komunitas Postulat didirikan tahun 1997 di Dusun Sidokerto,Purwomartani, Kalasan, Sleman. Para calon bruder selama 1 tahun tinggal di komunitas ini dengan aktifitas belajar, berdoa dan latihan hidup bersama. Para postulan selain dididik di intern komunitas oleh pendamping postulat, mereka juga mengikuti kursus bina awal selama 2 semester bersama para postulan dari tarekat lain di Jogya dan sekitarnya. Pelajaran Kitab Suci, Liturgi, Psikologi, Sejarah Gereja, dan Hidup Membiara adalah sebagian dari materi kursus gabungan tersebut.
Selain belajar dan berdoa, para postulan juga dilatih untuk hidup karya dan mengolah hidup masa lalu.
Maka di komunitas ini tersedia banyak lahan latihan karya, seperti: pertanian (berkebun), beternak unggas dan sapi, pemanfaatan biogas, pembuatan pupuk kompos organik, dan ketrampilan membuat pot bunga. Semua disediakan sebagai media pembelajaran bagi para calon bruder ini.
Para bruder dan para postulan sebisa mungkin terlibat dalam pelbagai kegiatan gerejani baik di lingkungan, wilayah, maupun paroki. Hal ini juga sekaligus sebagai media latihan kerasulan bagi para calon dan menumbuhkan kecintaannya pada Gereja Katolik.
Postulat CSA berada di wilayah Kalasan tengah dengan gerejanya di Dusun Temanggal dan masuk dalam teritorial Paroki Marganingsih Kalasan. Postulat CSA juga bertetangga dekat dengan komunitas studi para suster SPC di lingkungan Kadirojo, Purwomartani.
Anggota komunitas Postulat tahun 2013-2014 yaitu Br.Petrus (Pimpinan Komunitas, pendamping postulan), Br. Silvinus, Br. Edu dan para Postulan berjumlah empat orang.

Komunitas Kotabaru

Novisiat CSA di Jl. Supadi 15 – 17 Kotabaru, Yogyakarta menjadi tempat pembinaan para calon bruder sejak tahun 1968. Rumah ini sebelumnya adalah sebuah Skolastikat MSF sebelum mereka berpindah ke Jl. Kaliurang. Para novis CSA menjalani masa novisiatnya selama 2 tahun. Tahun pertama disebut masa kanonik, dimana para novis banyak mempelajari hal ketareketan seperti konstitusi, direktorium, pedoman kongregasi, spiritualitas kharisma kongregasi, dan mendalami hidup doa atau hidup rohani, serta menghayati tiga nasehati injili (kaul kebiaraan) dengan disertai refleksi di setiap aktifitasnya. Tahun kedua disebut tahun eksperimen,
dimana sebagian waktu para novis digunakan untuk tinggal di luar novisiat entah dalam bentuk live in, stage, atau eksperimen konstitusi. Tujuannya dalah agar para novis bisa mengimplementasikan apa yang ia pelajari selama tahun sebelumnya dengan tetap membawanya dalam doa dan refleksi pribadi.
Novisiat CSA berada di wilayah teritorial paroki St. Antonius Kotabaru- Yogyakarta. Kendati aktifitas lebih banyak dilakukan di dalam biara, namun bukan berarti para novis tidak terlibat dan berinteraksi dengan umat di lingkungan atau paroki. Aneka kegiatan gerejani, seperti doa lingkungan, latihan koor tetap diikuti dengan penuh sukacita. Selain belajar intern di novisiat, sesekali para novis juga mengikuti kursus gabungan novis (KGN) bersama para novis suster, bruder, dan frater dari tarekat lain.
Pada tahun 2013-2014, komunitas novisiat dihuni oleh Br. Martin, Br. Libert, Br. Bonaventura, bruder novis: Br. Fidelis (Novis thn ke-2) Br. Antonius (Novis thn pertama)




Komunitas Turi

Konsili Vatikan II mendorong setiap kongregasi untuk lebih membuka diri terhadap masyarakat luas di pedesaan atau wilayah pinggiran. Menanggapi seruan itu, CSA membuka komunitas di dusun Donokerto, Turi, Sleman yang masih merupakan area lereng Merapi. Para bruder di komunitas ini mengelola SMP St. Aloisius milik PGPM Paroki Yohanes Rasul Somohitan. Kemudian dalam perkembangannya juga mengelola asrama untuk siswa-siswi SMP tersebut. Karya bersama dengan Gereja setempat menjadi pilihan komunitas supaya kerjasama dengan Keuskupan Agung Semarang menjadi semakin nyata.

Komunitas CSA di Turi terasa semangat integrasinya dengan masyarakat setempat. Keterlibatan para bruder dalam hidup menggereja dan kemasyarakatan turut memberi warna khas pada komunitas yang didirikan tahun 1969 ini. Jika menilik ke belakang sejarah perkembangan sekolah ini, ada saat di mana jumlah murid berlimpah, namun juga pernah mengalami krisis kepercayaan masyarakat sehingga jumlah murid menurun drastis. Namun berkat kerja keras, dedikasi, dan pelayanan yang mengagumkan dari seluruh pelaku pendidikan di sekolah ini, pelan tapi pasti jumah murid semakin bertambah banyak hingga tiap angkatan pararel 2 kelas. Bertambahnya jumlah murid juga berkat keberadaan asrama yang memungkinkan anak-anak dari penjuru kota besar di Indonesia bisa belajar dan dididik di tempat yang sejuk ini.
Saat ini (2013-2014) komunitas CSA Turi dihuni lima bruder, antara lain:  Br. Kosmas (Pimpinan komunitas) Br. Sipri,Br. John, Br. Dinus dan Br. Francis.





Komunitas Mbay

Ada yang istimewa dengan Komunitas CSA Mbay. Istimewanya karena merupakan  komunitas perdana setelah CSA Indonesia berstatus mandiri (25 November 1999), terpisah dari biara induk CSA di Oudenbosch Belanda. Cikal bakal lahirnya komunitas CSA Mbay berawal dari dibangunnya asrama untuk usia SMP dan SMA yang bersekolah di SMP Hanura maupun SMA K Baleriwu, seiring dengan dibukanya kabupaten baru hasil dari pemekaran daerah. Tahun 2000 Asrama St. Aloisius diresmikan, untuk sementara para bruder tinggal bersama anak-anak di asrama sembari menunggu selesainya proses pembangunan biara bruderan. Tanggal 1 November 2003, biara diresmikan dan para bruder bisa menempati komunitas baru.
Karya utama dari komunitas ini adalah asrama. Seiring dengan semangat kemandirian yang menjadi gerakan bersama, munculah karya baru
berupa unit produksi bengkel kayu dan pertanian. Ada juga bruder yang mengajar di SMA K Baleriwu. Sebagai ibu kota kabupaten yang baru, Mbay punya potensi besar untuk menjadi daerah maju di daratan Flores karena sumber daya alam yang relatif melimpah. Maka para bruderpun dituntut untuk jitu dalam membaca tanda-tanda jaman di tingkat lokal untuk pengembangan karya dan pelayanannya.
Komunitas CSA Mbay secara gerejani termasuk wilayah teritorial Paroki Stela Maris Danga yang saat ini mempunyai gereja baru yakni gereja centrum, di mana para bruder dan anak asrama setiap hari (kecuali ada misa komunitas) merayakan Ekaristi bersama umat Allah yang lain.
Anggota komunitas CSA Mbay saat ini (2013-2014): Br. Gregorius, Br. Ansel, Br. Inosensius, dan Br. Albert.


Selasa, 04 Juni 2013

Komunitas Ruteng





Komunitas ini adalah komunitas CSA perdana untuk luar Jawa. Beralamatkan di Jl. A. Yani 8 Ruteng, Flores, NTT. Tanggal 27 Agustus 1958, empat bruder CSA tiba di Ruteng untuk menjalankan perutusan di bidang karya pendidikan. SPG Tubi, yang semula milik Keuskupan Ruteng, ditangani oleh para bruder. SPG St. Aloisius Ruteng dalam pekembangannya menjadi sekolah yang mencetak tidak hanya para calon guru SD tetapi juga para pewarta iman Katolik (katekis). Sekolah ini sangat diminati oleh kaum muda di kabupaten Manggarai dan sekitarnya. Sekolah dan asrama menjadi satu paket yang ideal pada jamannya. Sejak awal kehadirannya, para bruder juga mengajar di SMP Tubi (sekarang SMP N 1 Ruteng) dan mengelola asrama SMP tersebut.
Sejak SPG ditutup oleh pemerintah pada tahun 1991, bekas gedung dan kompleks sekolah ini dialihfungsikan sebagai Rumah Retret Efata,
sedangkan kompleks asrama digunakan untuk pusat latihan PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi) yang memberi aneka pelatihan kursus bagi kaum muda yang droup out atau tidak bisa melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi. Bagian putri yang terdiri dari asrama putri, kursus tata boga, tata busana ditangani oleh para Suster SND, hasil kerja sama antar kongregasi. Selain menjadi komunitas karya, sejak tahun 1995 – saat ini komunitas CSA Ruteng juga menjadi rumah pembinaan untuk para aspiran (peminat CSA).
Anggota komunitas saat ini (2013-2014) : Br.Mateus (Pimpinan Komunitas), Br. Agus, Br. Giovani, Br. Suryadi, Dominggus, Br. Ariyanto, Br. Maxi, Br. Rafael, Br. Susilo.