Selamat Datang

... di situs resmi Kongregasi Bruder St. Aloysius

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2015

SYUKURAN KAUL KEKAL BR. DEDI CSA


Minggu 19 Juli Br. Agus, Br. Susilo, Br. Tarsi dan Br. Viktor bersama 8 Aspiran dengan bis kayu Gonzaga tepat pukul 11.45 menuju Stasi Ntaram Paroki Watu Nggong untuk menghadiri acara Syukuran Kaul Kekal Br. Dedi. Setelah menempuh jarak kurang lebih 3 jam rombongan tiba di Paroki Watu Nggong. Rombongan diterima secara adat oleh Pastor  dan Dewan Paroki. Setelah istrahat sejenak dengah suguhan makanan ringan, rombongan menjadi besar jumlahnya karena di tambah dengan rombongan paroki menuju Stasi Ntaram. Br. Dedi berdiri di atas kendaraan terbuka beriringan menuju stasi Ntaram. Sebelum masuk kampung tua-tua adat sudah menunggu karena ada acara penerimaan secara adat lagi. Dari sini rombongan berjalan kaki. Situasi menjadi semarak, iring-iringan menjadi bergerak perlahan diiringi musik danding (lagu-lagu adat Manggarai).

Setibanya di rumah kediaman orang tua Br. Dedy, sekali lagi acara penyambutan dan penerimaan adat dilakukan, dilanjutkan makan bersama dan istirahat. Hal istimewa dalam acara penyambutan ini adalah acara kepok dan pengalungan selendang yang dilakukan oleh keluarga yang beragama islam. Di desa Ntaram ini warganya memeluk agama Islam dan Katolik. Pemeluk Islam masih ada ikatan keluarga dengan yang beragama katolik. Bahkan orang tua dari Br. Dedi awalnya beragama Islam. Istimewanya meskipun bapak dari Br. Dedi saat mudanya masih berstatus agama Islam sudah diberi kepercayaan untuk menjadi salah satu pengurus dari KBG (kelompok Basis Gereja) sampai dengan sekarang (40 tahun)

Hari Senin 20 Juli 2015 tepat pukul 10.00 Ekaristi syukuran di mulai. Br. Dedi diapit oleh kedua orang tua dan keluarga dari muslim. Sekali lagi terjadi penyambutan di gerbang masuk kapel, lalu arak-arakan masuk kapel. Koor dimeriahkan dengan lagu-lagu adat meriah dipimpin oleh seorang katekis mantan bruder OFM. Umat yang hadir dalam ekaristi syukur ini sangat antusias mengikuti jalannya ekaristi. Selesai Ekaristi rombongan kembali ke rumah dilanjutkan dengan santap siang bersama. Seluruh rangkaian acara berakhir pkl. 15.00

Trimakasih Br. Dedi yang telah mengikrarkan kaul kekal sebagai Bruder CSA. Trimakasih atas dukungan keluarga, Pastor Paroki dan seluruh warga paroki Watu Nggong dan khususnya Stasi Ntaram. Selamat berkarya.

Br. Viktor, CSA

Rabu, 15 Juli 2015

WIRA USAHA ALA ASRAMA SMP ST. ALOISIUS RUTENG

Sesuai dengan Visi Misi Asrama CSA tentang kegiatan kemandirian atau bisa juga di sebut wirausaha asrama St.Alosius Ruteng mengadakan kegiatan bertani dan daur ulang sampah plastik.

Kegiatan ini dilakukan setiap hari Sabtu sore atau pada hari hari lain bila ada kesepakatan penghuni asrama. Dengan sebidang tanah ukuran kecil di depan asrama anak-anak secara berkelompok mengolahnya dan menanam berbagai tanaman sayur sayuran. Br. Suryadi dengan setia menyiapkan koker sambil mengajarkan kepada anak bagaimana proses koker itu dilakukan sampai pada proses penanaman. Anak-anak dibantu oleh para aspiran yang bertugas di asrama, bagaimana merawat dan memanen hasil dari tanaman.


Selain itu kepada anak-anak juga diperkenalkan bagaimana memanfaatkan sampah untuk menjadi lebih berdaya guna. Mengingat Komuniatas Ruteng memiliki rumah retret yang setiap hari ada berbagai macam kegiatan. Biasanya dari kegiatan setiap kelompok memanfaatkan air mineral. Selesai kegiatan mereka membuang gelas-gelas mineral ke tempat sampah. Asramawan memanfaatkan gelas-gelas itu dengan cara mengumpulkan lalu dibersihkan selanjutnya di masukan dalam karung. Berhubung asrama St. Aloisius Ruteng tidak memiliki mesin pengolah, maka untuk pengolahannya bekerja sama dengan asrama St. Hermanus Kotagoa Boawae. Asrama St. Hermanus sudah lebih dulu mengumpulkan gelas-gelas aqua dan saat ini sudah terkumpul hampir 1 ton. Gelas-gelas yang terkumpul di Ruteng di kirim ke Boawae untuk diproses lebih lanjut.

Selasa, 14 Juli 2015

KAPITEL CSA


Kapitel adalah rapat umum kongregasi bruder CSA yang diadakan 5 tahun sekali untuk membuat keputusan-keputusan dan memilih pemimpin umum dengan penasihatnya untuk periode 5 tahun. Kapitel CSA tahun ini berlangsung di Rumah Retret Sangkalputung Klaten. Mgr. Y Pujo, Uskup Semarang, membuka kapitel hari pertama tgl. 1 Juli 2015 dengan Ekaristi. Selama 7 hari 19 bruder yang dipilih menjadi anggota rapat berproses bersama membahas usulan yang akan dijadikan keputusan. Dan pada tgl. 8 Juli 2015 kapitel diakhiri dengan pemilihan Dewan Umum baru yang dikukuhkan oleh Vikjen KAS Rm. Sukendar, Pr yang mewakili Bapa Uskup.
Berikut adalah susunan Dewan Umum CSA periode 2015 - 2020
Pemimpin Umum   : Br. Martinus Suparmin, CSA
Wakil Pemimpin     : Br. Heribertus Suparno, CSA
Penasehat 2          : Br. Viktor London, CSA
Penasehat 3          : Br. Konradus Samsari, CSA
Penasehat 4          : Br. F Neri Subardi, CSA



Berikut beberapa foto yang diambil di hari terakhir kapitel :

KEPEMIMPINAN DI ASRAMA KOTAGOA

Desember 2014 asrama asuhan para bruder CSA di Kotagoa, mengadakan rekoleksi dengan tema kepemimpinan. Peserta diajak umtuk mengenal potensi kepemimpinanan dalam diri sendiri dan dalam diri temannya. Untuk memudahkan peserta maka sarana yang digunakan adalah permainan dan tayangan animasi. Dalam permainan peserta diarahkan untuk mengenal diri mereka dengan pertanyaan: "Saat-saat mana saya bisa tampil sebagai pemimpin, atau saat-saat mana teman saya tampil sebagai pemimpin". Peserta sangat antusias dalam melakulan permainan. Sangat kelihatan beberapa peserta yang memiliki kemampuan memimpin. Dalam sesi mengungkapkan pengalaman peserta mengungkapkan bahwa pemimpin muncul saat proses mengalami jalan buntu atau menyimpang. Peserta mengungkapkan saat-saat mengalami jalan buntu atau terjadi penyimpangan akan muncul seseorang yang berinisiatif untuk  memberi jalan keluar atau mengingatkan bahwa ada yang salah. Beberapa permainan dilakukan oleh peserta mengarahkan mereka menjadi lebih mengenal diri mereka sendiri dan teman mereka. Pendamping mengarahkan peserta bahwa kita dapat menjadi pemimpin yang baik bila kita fokus pada pekerjaan atau tugas-tugas kita. Dalam melaksanakan kadang-kadang kita menemukan kesulitan. Saat menemukan kesulitan itulah kesempatan untuk menjadi pemimpin. Seorang pemimpin tidak boleh diam, tidak sibuk menyalahkan orang lain, juga tidak hanya berkeluh kesah, tidak boleh lari, jangan hanya bergantung pada orang lain. Seorang pemimpin harus berinisiatif untuk mencari jalan keluar. Itulah seorang pemimpin. Di akhir pertemuan peserta diajak membangun niat dan menyusun doa.

Br. Viktor, CSA

Senin, 13 Juli 2015

PENTAS SENI ASRAMA ST. ALOISIUS RUTENG

Di akhir tahun ajaran 2014/2015 Asrama St. Aloisius Ruteng mengadakan pentas seni. Acara ini bertujuan untuk menampilkan kreatifitas anak asrama yang telah di latih selama kurang lebih 3 bulan sejak Maret 2015. Acara pentas seni ini dihadiri oleh orang tua wali anak-anak asrama serta beberapa undangan. Acara pentas seni terdiri dari Vokal Group, Band, Puisi, Teater dan iklan. Acara ini berhasil berkat kerja sama para bruder dengan seorang alumni SPG tamatan 1979 yaitu Bapak Felix Edon beserta putrinya bernama Ade rekannya Efreim. Pentas seni diawali dengan beberapa informasi  tentang perekembangan asrama 2014 /2015 dan beberapa hal tentang  asrama pata tahun ajaran 2015/2016.

Berikut beberapa cuplikan acara : 

Br. Viktor, CSA

Selasa, 30 Juni 2015

Penjubahan dan Penerimaan Postulan Baru


Di tengah-tengah krisis panggilan beberapa tahun terakhir ini, ada 6 pemuda yang dengan berani mengikuti suara hatinya untuk menyerahkan hidupnya dengan total mengikuti panggilan Tuhan menjadi postulan CSA. Mereka adalah:
1. Antonius Markus Satia
2. Lukas Sengaji
3. Barnabas Afeanpah
4. Rigonius Sole
5. Gregorius Banase
6. Eduardus Lake
Selain itu 2 postulan melanjutkan perjalanannya menjadi novis tahun I. 
1. Alfanius Suhardi menjadi Br. Theodorus, CSA.
2. Leonardus Lunai menjadi Bruder Leonardus, CSA.
Ekaristi syukur yang dipimpin oleh Rm. Hasto Rosarianto, SJ ini, dilangsungkan di novisiat Bruder CSA, Jl. Supadi 17 Yogyakarta pada Hari Selasa,30 Juni 2015, dihadiri  oleh para bruder dari beberapa komunitas, Br. Cees van Dam superior general CSA Belanda, dan beberapa tamu undangan.
Berikut beberapa foto yang diambil dalam acara misa syukur ini.


Selasa, 30 Desember 2014

Seminar Akhir Tahun 2014

Akhir tahun ini CSA kembali menggelar pertemuan bersama di Generalat CSA, Kanfer Raya 50 Semarang. 25 bruder diundang untuk hadir mewakili komunitas dan unit karya. Para bruder berdatangan sejak tgl 27 dan dengan tekun mengikuti pertemuan yang berakhir tgl. 30 Desember 2014. Kali ini ada 2 nara sumber: Bpk. Herman Musakabe, mantan gubernur NTT yang sekarang tinggal di Cimahi, dan Rm. Laurensius Tarpin OSC, provinsial OSC Indonesia. 
Bpk. Herman menekankan bahwa asrama sangat relevan sebagai sarana pembentukan karakter di jaman ini dan CSA punya kesempatan besar untuk terlibat mendampingi kaum muda di bidang ini. Rm. Tarpin mengantar para bruder untuk memahami tahun hidup bakti yang dicanangkan Paus untuk tahun 2015. Para bruder dalam hidup membiara diajak untuk menyadari panggilannya untuk menjadi nabi dan mistikus di jaman ini. Di hari terakhir para bruder berdiskusi untuk mempertegas arah karya dan komunitas di tahun depan. Berikut beberapa foto yang diambil dalam pertemuan ini. 


Jumat, 07 November 2014

Kaul Kekal CSA

Tahun ini banyak hal yg bisa disyukuri di CSA. Satu minggu Setelah pesta 80 th komunitas Madiun, pesta perak Br Aleks, dan 40 th hidup membiara Br. Andreas di Madiun tepatnya tanggal 18 Oktober 2014, Tuhan yang maha murah dan maha kasih telah memberi 3 bruder muda untuk mengucapkan kaul kekal. Mereka adalah Br. Libert, Br. John, dan Br. Dedi dengan mantap mengucapkan janji prasetya kekal mereka pada Hari Sabtu, tgl 25 Oktober 2014 di kapel St. Ignasius wilayah  Kalasan tengah, tidak jauh dari rumah postulat CSA. Setelah mempersiapkan diri dalam retret agung selama 30 hari di rumah retret milik OSF Muntilan didampingi Rm. Suma Hadiwinata SJ, mereka dengan hati gembira didampingi keluarga, saudara, dan teman-teman kuliah, mengucapkan janji mereka.
Tidak kurang dari 400 tamu undangan hadir untuk menyaksikan peristiwa syukur ini dan turut bergembira bersama para bruder. Bruder-bruder CSA dari beberapa komunitas di Jawa turut hadir untuk menjadi saksi dan mendukung dalam doa. Ekaristi dipimpin oleh Rm. Suma SJ, sebagai selebran utama didampingi Rm. Martin, O.Carm, Rm. Selis, Pr, dan Rm. Eman, Pr (kakak kandung Br. Libert, CSA).
Ekaristi dimulai pkl. 10.00-12.00 dilanjut dengan ramah tamah dan makan siang bersama hingga pukul 14.00. Beberapa OMK dan mahasiswa Sanata Dharma menampilkan hiburan di atas panggung untuk memeriahkan suasana.    

Proficiat untuk Br. Libert, Br. John, dan Br. Dedi. Allah memanggil kita untuk setia. "Carilah Tuhan maka kamu akan hidup". Semoga selalu gembira dalam perutusan dan setia dalam panggilan. Berikut beberapa foto yang diambil dari peristiwa ini.


Sabtu, 18 Oktober 2014

Pesta di Madiun


Hari Sabtu tanggal 18 Oktober 2014 merupakan hari yang istimewa bagi tarekat CSA dan bagi Komunitas Madiun pada khususnya. Hari itu ada perayaan 80 th Komunitas Madiun, pesta 40 th hidup membiara Br. Andreas, dan pesta 25 th Br. Aleks hidup membiara. Perayaan syukur ini diwujudkan dalam Ekaristi Kudus di Gereja St. Cornelius Madiun. Rm. Yuventius Fusi Nusantara, Pr, Vikep Madiun dan pastor kepala Paroki St. Cornelius menjadi selebran utama didampingi oleh Rm. Karnan Pr, dan Rm. R. Joko Sulistyo, Pr. 

Misa diawali pkl. 10.30 dan dimeriahkan oleh paduan suara dari siswa/i SMP St. Yusup Madiun. Tema yang diangkat adalah "Allah tetap setia meskipun kita tidak setia" merupakan refleksi rasa syukur atas rahmat dan penyelenggaraan Allah yang  begitu besar bagi para bruder di Komunitas Madiun. Dalam kesempatan ini para yubilaris membaharui janji prasetya kekal mereka.
Misa diakhiri oleh sambutan Br. Andreas yang mewakili yubilaris dan Br. Lukas selaku pemimpin umum CSA. 
Sekitar pkl. 12.30 para bruder dan tamu undangan mengikuti acara ramah tamah di halaman bruderan CSA Madiun. Acara ini dihadiri oleh sekitar 600 orang yang memadati halaman bruderan. Proficiat untuk Komunitas Madiun, Br. Andreas, dan Br. Aleks. Semoga semakin semangat dalam perutusan.


Senin, 22 September 2014

Renovasi Komunitas Tusam

Patung pendiri CSA di tengah taman
Dengan semakin banyaknya jumlah bruder yang memasuki usia lanjut maka perlu dipikirkan sebuah tempat/komunitas dengan fasilitas yang nyaman dan mendukung para bruder lanjut usia dan yang berkebutuhan khusus. Untuk itu Bruderan Tusam dipandang tepat untuk dijadikan komunitas/tempat tinggal bagi para bruder lanjut usia karena lokasinya satu kompleks dengan Wisma Lansia Harapan Asri. Sehingga diharapkan perawat di wisma lansia dan fasilitas yang ada di dalamnya juga bisa membantu memberikan pelayanan bagi bruder yang membutuhkan. Maka diperlukan usaha renovasi rumah bruderan agar lebih nyaman dan fasilitasnya mendukung kehidupan para bruder lanjut usia. 
Br. Viktor mencoba terapi refleksi kaki
Syukur pada Tuhan karena gagasan ini mendapat dukungan dari CSA Belanda yang memutuskan untuk membantu biaya pembangunan renovasi. Pemborong proyek adalah Bpk. Ir. Yudi Prasinto seorang arsitek yang selama ini telah membantu para bruder dalam aneka proyek pembangunan. Proses renovasi membutuhkan waktu sekitar 4 bulan, dimulai pada hari Minggu, 2 Februari 2014 dan berakhir pada hari Rabu, 28 Mei 2014. Setelah semua selesai, diadakan Misa pemberkatan pada hari Senin, 23 Juni 2014 jam 17.00 WIB oleh Rm. Yosep Supriyanto, Pr, Pastor Kepala Paroki St. Maria Fatima Banyumanik Semarang. Misa dihadiri tamu undangan dari lingkungan Agustinus II dan dimeriahkan oleh paduan suara para suster OSF di Banyumanik. 
Terapi refleksi kaki di jalan setapak taman kom. Tusam
Semoga pada saatnya nanti, komunitas Tusam dapat menjadi tempat yang nyaman bagi para bruder lanjut usia dan yang mempunyai kebutuhan khusus. Salam PKD....!


Sabtu, 22 Maret 2014

Novena malem Jumat Kliwon

Mgr. Pujo didampingi Rm. Y Supriyanto Pr,
dan Rm. Pranowo, Pr
Hari Kamis tgl 6 Maret 2014 lalu ada perayaan Ekaristi di pelataran Gua Maria Kerahiman Ilahi yang ada di kompleks Wisma Lansia Harapan Asri, Bruderan CSA Tusam. Ekaristi dalam rangka novena malem Jumat Kliwon ini dipimpin oleh Mgr. Yohanes Pujosumarto, Pr, Uskup Semarang. Novena ini dilakukan rutin setiap malam Jumat Kliwon. Tujuannya adalah untuk mengembangkan devosi umat pada Bunda Maria melalui inkulturasi budaya Jawa untuk berdoa pada malam Jumat Kliwon, sekaligus memperkenalkan Wisma Lansia Harapan Asri karena Gua Marianya ada di kompleks wisma. Gua Maria Kerahiman Ilahi ini diberkati oleh Kardinal Yulius Darmaatmaja, SJ pada tanggal 2 Maret 2012. Novena yang digagas 2 th yang lalu ini mendapat  dukungan dari umat di Wilayah St Agustinus Banyumanik dan juga dari Romo Paroki St Maria Fatima Banyumanik. Sebulan sekali Br. Heri memimpin pertemuan persiapan panitia novena yang terdiri dari para bruder dan beberapa umat di wilayah Agustinus. 
Br. Heri & Br. Bayu bersama karyawan wisma
pada saat peresmian Gua Maria

Tanpa terasa, novena ini sekarang sudah merupakan putaran yg II. Kehadiran Bapak Uskup memberi peneguhan bagi panitia penyelenggara dan umat di paroki Banyumanik. Malam itu semua kursi yang disediakan penuh, dan umat yang hadir mencapai 300 orang. Kebetulan ada 59 frater dari Kentungan yang live in selama seminggu di paroki Banyumanik. Mereka semua ikut serta hadir memeriahkan Novena malam Jumat Kliwon dengan mengenakan jubahnya masing-masing. Bapak Uskup sangat mengapresiasi trobosan-trobosan untuk membangun iman umat dengan even-even semacam ini.

Rabu, 26 Februari 2014

Bruder Michael, Setengah Abad Mengabdi sebagai Biarawan

Tidak semua tahu bahwa ada Bruder CSA yang menerima penghargaan di tingkat nasional dan masuk dalam artikel koran Jawa Pos, Radar Madiun. Berikut artikelnya:

Bruder Michael, Setengah Abad Mengabdi sebagai Biarawan
Ajarkan Nilai Moral dan Agama melalui Sulap
Oleh DYAH M SARI (dikutip dari artikel dari Radar Madiun, 25 Desember 2013)

Usia senja tak mengendurkan semangat Br. Michael menjadi pelayan Tuhan. Itu
tidak lepas dari keinginannya sejak masih belia menjadi sosok yang berguna bagi orang lain.  Hingga kini, sudah lebih dari setengah abad dia menjadi biarawan.
RAMAH, ltulah kesan pertama yang ditunjukkan Bruder Michael saat menemui Jawa Pos Radar Madiun. Meski jalannya sudah sedikit tertatih, dia begitu semangat saat menceritakan pengalaman hidupnya menjadi seorang biarawan. "Ini lagi mempersiapkan Natal. Besok kan di panti ada acara open house," kata biarawan berusia 79 tahun yang kini masih aktif mengurusi Panti Asuhan Putra "Santo Aloisius” Bruderan di Jalan Achmad Yani Kota Madiun itu
Keinginan kuat pria kelahiran Semarang 12 Iuli 1934 itu menjadi seorang biarawan sudah muncul saat masih remaja. Pada 1955 silam, Michael bersekolah di Sekolah Teknik Karang Tempel, Semarang. Setiap hari dia diantar jemput dengan bus sekolah bersama sekelompok anak panti asuhan yang kebetulan bersekolah yang sama dengannya. Dari situlah timbul rasa empati Michael kepada mereka. Meski
sudah tak memiliki orang tua dan berasal dari keluarga tidak mampu, anak-anak panti asuhan itu memiliki tekat kuat untuk bersekolah. Dia pun mulai berpikir
ingin bekerja yang banyak berkecimpung dalam masalah sosial. Setamat dari sekolah teknik, Michael muda melamar ke kelompok bruder CSA (Congregatio
Sancti Aloysi) Semarang. "Akhirnya saya masuk dan menjalani pendidikan di Madiun ini. Waktu itu 1959," jelasnya.

Selama menjalani pendidikan calon bruder, dia pun menyelesaikan studi Sekolah Guru Atas (SGA) di asrama Santo Aloisius itu. Kemudian, pada 1963 Michael bertugas di Surabaya untuk mengajar agama di beberapa sekolah dasar. Mengisi
waktu luang usai mengajar, dia kerap ke THR. Suatu ketika dia melihat seorang penjual jamu yang menjajakan dagangannya sambil bermain sulap. Dari situlah timbul niat Michael untuk berlatih sulap sebagai media pembelajaran siswanya.
Michael pun belajar sulap pada salah seorang pesulap di Surabaya. Setelah memiliki cukup keterampilan, di sela mengajar agama ke para siswanya, dia menyelipkan trik-trik sulap sebagai sarana untuk menyampaikan pesan religi dan moral. Misalnya, dia memakai topi hitam khas pesulap sebagai simbol "mahkota” atau
kekuasaan. Kemudian, saat topi dilepas dan dipakai kembali di dalamnya muncul bola besi yang mengenai kepalanya. ”Maksudnya biar anak-anak paham. Kalau
menjadi penguasa, harus jujur dan bijaksana. Kalau tidak jujur, bisa kena batunya," ujarnya.

Perjalanan Michael sebagai bruder sekaligus guru agama terus dijalani dengan berpindah-pindah kota. Mulai dari Surabaya, Jogja, balik ke Surabaya, dan berakhir di Madiun pada era 1970-an. Waktu itu, dia kembali ke tempat yang tempat yang disinggahinya dulu, Panti Asuhan Putra Santo Aloisius Bruderan Madiun.
Selain mengurusi panti asuhan, dia juga mengajar agama di SDK Santo Yusuf. Model mengajar dengan media sulap masih terus dilakukannya hingga pensiun pada 1995 lalu. Khawatir dengan sekolah yang kala itu murid di kelas yang diajarnya hanya memiliki 23 siswa, Michael tergerak untuk mendirikan TK Santo Yusuf. Bruder tertua di Indonesia itu berperan sebagai fasilitator dan melengkapi permainan anak dan media pembelajaran di TK itu. "Dulu kan pemerintah gencar mendirikan  SD inpres, jadi saya khawatir sekolah kami tidak ada lagi generasinya. Akhirnya saya dirikan TK. Sampai sekarang sudah banyak anak didik dari Santo Yusuf yang berprestasi," katanya.

Meski sudah pensiun sebagai guru agama, Michael tetap aktif dalam kegiatan sosial dan mengabdi sebagai pelayan Tuhan. Dia mengurusi 25 anak panti asuhan
di Santo Aloisius. Meski usianya sudah semakin menua, Michael masih sigap mengurus masalah rumah tangga di panti itu. Mulai dari mengecek kebutuhan dapur setiap pagi hingga membimbing mereka untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup anak panti asuhan tersebut, Michael aktif mencari donatur pada para umat
Kristiani yang peduli dengan anak asuhnya. Dia juga kerap mendatangi perkumpulan doa. Mengisi acara di situ, dia juga menyelipkan permainan sulap.
Orang-orang senang dengan hiburan yang saya suguhkan. Dari situ akhirnya mereka banyak mengenal saya. Apa pun saya lakukan asalkan anak-anak bisa makan," tuturnya.

Dedikasi Michael selama setengah abad menjadi biarawan yang peduli dengan pendidikan anak tu membuatnya mendapatkan penghargaan Mutiara Bangsa di tingkat Nasional pada 2010 lalu. 

Sabtu, 22 Februari 2014

Temu 4 Asrama CSA Se-Flores

Men-darat-kan PKD (Persaudaraan Kasih Damai) di tanah Flores
(Temu 4 Asrama CSA  se-Flores)
Ruteng 24 – 26 Januari 2014
Oleh : Suryadi CSA

CSA sedang booming PKD.
CSA sedang bergulat dengan PKD.
Tetapi apa sebenarnya yang bisa kita buat?
Adakah kita bermimpi bahwa diantara anak binaan kita akan ada yang melanjutkan karya yang saat ini ada ?
Adakah kita berharap dari antara anak yang kita dampingi akan mendaftar menjadi calon bruder kita?
Dan......
Sejauh mana kita memunculkan tunas baru diantara mereka.

Latar belakang...
Hasil pertemuan besama Koordinator karya NTT bulan Nopember 2013 salah satunya menghasilkan komitmen bahwa karya asrama menjadi karya unggulan atau bisa juga dikatakan karya prioritas NTT. Pendampingan orang muda adalah kekuatan CSA.
Komunitas CSA yang ada di Flores semua memiliki karya asrama, mulai dari komunitas yang tertua yakni Ruteng, sampai dengan yang termuda: Kotagoa. Di antara itu ada Boawae dan Mbay.  Meskipun disebutkan komunitas  tertua, namun demikian Asrama Ruteng justru menjadi yang termuda (asrama Putra St. Aloisius Ruteng baru dibuka  Th. 2013).
Terselenggaranya temu 4 asrama  karya para bruder CSA di Flores yang berlangsung selama 3 hari tersebut (Ruteng, Boawae, Mbay, Kotagoa) tgl 24 – 26 Januari 2014, sebagai upaya mendaratkan atau membumikan kasih persaudaraan yang nyata, mendampingi orang-orang muda seusia, dan yang pasti mengajak mereka menemukan bahwa bersaudara itu indah. Acara yang dibangun adalah  anjangsana semua anak asrama mbay, Boawae dan Kotagoa termasuk bruder pendamping, bruder PIKO, bahkan tukang masak dan  beberapa  bapak-ibu gurunya ikut serta.

Selamat datang temu 4 asrama CSA se-Flores ...
Itulah tulisan spanduk yang menyambut kedatangan 4 kendaraan yang membawa 168 anak asrama berikut pendampingnya di halaman Efata. Nampak raut muka keheranan di antara mereka khususnya yang berasal dari Mbay yang panas - bahkan sangat panas, namun sekarang berada di daerah yang super dingin. Untuk anak-anak Boawae dan Kotagoa  pun akan merasakan hal yang sama: bahwa Ruteng adalah daerah dingin. Tepat jam 15.45 mereka tiba serentak di Ruteng. Rombongan Kotagoa terdiri dari 78 anak, 2 bruder dan 2 guru pendamping serta 1 pemasak dengan armada 2 truk. Rombongan Boawae terdiri dari 44 anak asrama, 1 bruder dan 1 guru pendamping dengan kendaraan 1 truk. Sedangkan Mbay yang beranggotakan 34 anak asrama, 4 bruder pendamping serta 1 pemasak berangkat dengan Bis Sinar Rembulan. Bus ini istimewa karena kondisinya yang masih baru, bahkan pagi sebelum berangkat sempat diberkati oleh Imam di halaman asrama Mbay.
Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah yang masih muda tersebut, meskipun sebenarnya banyak di antara mereka yang mengalami mabuk selama perjalanan. Begitu turun dari kendaraan masing-masing, mereka disambut dengan ceria oleh anak-anak asrama Ruteng bersama pendampingnya.  Anak asrama Ruteng sudah membagi diri dengan tugas masing-masing untuk menghantar mereka menuju ruang tidur. Sehingga sangat jelas  ruang-ruang yang disediakan untuk Mbay, Boawae, Kotagoa, berikut kamar-kamar untuk para bruder, guru, pemasak sampai crew kendaraan. Belajar kepemimpinan itulah salah satu tujuan acara ini diadakan.
Jam 16.30 setelah mereka semua menempatkan tas, perkakas yang dibawa, maka mereka beristirahat sejenak  dengan menikmati minum sore, semua ini dipandu oleh anak-anak asrama Ruteng yang bertugas. Setelah itu mereka mandi dan beristirahat sejenak.

Ucapan selamat datang...
Jam 17.00 para bruder pendamping melakukan pertemuan untuk membicarakan agenda acara. Br. Suryadi selaku penanggungjawab kegiatan membagikan dan mempertegas jadual kegiatan kepada masing-masing koordinator asrama, meskipun demikian jadual sudah ditempel di beberapa tempat strategis, yakni di dekat ruang tidur anak, dan di pintu utama Aula.
Jam 18.00 mereka semua diterima secara resmi di Aula Aloysius, sambil diberikan beberapa hal praktis berkaitan dengan acara-acara selama 3 hari ini Br. Viktor memandu acara ini sekaligus mensosialisasikan Jadual acara / kegiatan.
Jam 18.30 makan malam bersama, di pandu dan dibagi oleh anak-anak asrama Ruteng yang bertugas.

Rekoleksi Persaudaraan Kasih dan Damai
Jam 19.30  dimulai acara rekoleksi PKD di Aula Aloysius dipimpin Br. Viktor. 202 anak asrama yang didampingi belasan bruder dan guru pendamping mengikuti pendalaman PKD dalam sesi rekoleksi. Media yang pakai adalah LCD Proyektor untuk presentasi, karpet untuk alas duduk, serta galah untuk membantu proses. Br. Viktor melakukan proses interaktif selama rekoleksi sehingga jiwa kepemimpinan anak bisa diukur dari bagaimana mereka melakukan komunikasi, menjawab pertanyaan, mengungkapkan, berpendapat. Proses rekoleksi  berlangsung sampai jam 22.00 diakhiri doa malam oleh Br. Suryadi sebelum mereka istirahat.

Hari ke 2
 
Kegiatan pagi di awali dengan misa pagi bersama di Kapel Efata jam 15.30 dipimpin Pater Raymundus SVD. Liturgi dipersiapkan oleh Asrama Ruteng. Br. Suryadi membantu Imam membagi komuni.
Setelah misa Br. Viktor memberikan informasi hal-hal praktis sambil menunggu kesiapan bagian konsumsi pagi.

Olah raga persaudaraan
Satu hari ini PKD diwujudkan dengan olah raga bersama. Jenis olah raga yang di lakukan adalah Sepak bola dan volly. Br. Ansel dan Br. Matheus selaku penanggungjawab olah raga  kegiatan ini sebelumnya memberikan instruksi tentang metode / pelaksanaannya. Sepak bola dibagi dalam kelompok anak besar dan anak kecil (pertimbangannnya adalah ada sebagian anak berusia SMP dan sebagian berusia SMA/K. Demikian pula dengan volly).
Lapangan yang dipakai adalah lapangan bola PUSLAT, Lapangan volly PUSLAT dan Lapangan bola Keuskupan. Acara sangat meriah. Acara ini dari anak, oleh anak, dan untuk anak. Wasit juga dipilih dari anak dan oleh anak dengan sistem silang. Acara berlangsung sampai dengan jam 12.00. Selanjutnya jam 13.00 makan siang, dan jam 14.00 persiapan acara seni dan kreasi yang akan diadakan malam ini.
Dalam kegiatan seni dan kreasi ini akan hadir 123 anak asrama putri St. Angela Ruteng. Asrama putri ini telah menjadi patner kegiatan bersama semenjak asrama Ruteng berdiri pada Juli 2013. Program bersamanya adalah sebulan sekali mengadakan doa TAIZE dan Misa bahasa Inggris. Kegiatan dilakukan di Kapel Efata. Sekali waktu mereka juga mengadakan seminar. Artinya menganggap satu sama lain sebagai saudara/saudari.
Acara pentas seni akan diadakan di Aula Efata. Asrama Ruteng selama ini mengadakan persiapan banyak hal, antara lain membeli 1 set alat musik/ band. Tujuannya adalah sebagai sarana dan wahana daya tarik agar karya asrama ini semakin berkembang, dan diminati.

Seni dan kreasi....
Jam 19.30 Asrama Putri Angela datang dengan didampingi 3 suster pendampingnya. Jam 20.00 acara di mulai. Semua anak yang berjumlah 330 mengikuti acara demi acara yang disuguhkan. Pembawa acara dilakukan olah 2 anak asrama Ruteng. Acara-acara yang disuguhkan sungguh sangat menarik bahkan karena waktu yang terbatas maka terpaksa arena beberapa pertimbangan beberapa acara yang sudah dipersiapkan olah masing-masing asrama tidak bisa ditampilkan. Namun demikian acara berlangsung sangat menarik. Acara antara lain :
  1. Bersama –sama menyanyikan lagu hymne St. Aloisius
  2. Lagu Rumah Kita : Band  asrama Ruteng
  3. Puisi : Asrama Mbay
  4. Tarian Jai : Asrama Kotagoa
  5. Lagu Vokal Tunggal : Asrama Mbay
  6. Lagu Juminten : Band  asrama Ruteng
  7. Vokal Group : Asrama Boawae
  8. Sambutan Ketua Penyelenggara : Br. Suryadi
  9. Lagu Band Asrama Putri Angela +  Asrama Putra Ruteng
  10. 9. Tarian Ca-ci : Asrama Ruteng
  11. Lagu Band Asrama Kotagoa
  12. Lagu Vokal Group : Asrama Mbay
  13. Lagu Boomerang : Band Ruteng
  14. Lagu Band Kotagoa 
  15. Henson (break dance) : Asrama  Boawae
Jam 22.15 Acara seni dari asrama-asrama berakhir dilanjutkan acara kebersamaan yakni “goyang” masal (bersama 4 asrama CSA  + asrama putri Ursulin St. Angela ) – ini adalah budaya Flores

Hari 3  Syukur temu 4 asrama
Hari ini Hari Minggu, anak-anak bangun pagi jam 06.00 Selanjutnya mandi dan persiapan misa pagi hari Minggu di Kapel Efata. Misa di Pimpin Pater. Raymundus SVD.
Perayaan Ekaristi ini menjadi istimewa karena tugas  liturgi di lakukan oleh masing-masing asrama.
Mulai dari lagu pembuka sampai dengan lagu penutup petugas dibagi. Br. Rafi membantu membagi Komuni. Br. Suryadi sebelum berkat penutup menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ptr Mundus yang 2 hari ini sudah memimpin ekaristi, dan terima kasih untuk semua saja, sehingga acara temu 4 asrama berlangsung dengan lancar, diberi anugerah cuaca yang baik. Minta maaf atas kekurangan yang dilakukan oleh asrama Ruteng dari awal sampai akhir. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kegiatan selanjutnya.
Usai Ekartisti dilanjutkan dengan makan pagi. Pkl. 09.30 semua berkumpul di Aula untuk acara kesan dan pesan. Dalam kesempatan ini 1 wakil dari Nagekeo menyampaikan  kesan positif bahwa acara ini sangat berharga dan harus dilanjutkan, perasaan bangga, bahagia bercampur menjadi 1 dan yang muncula dalah persaudaraan telah dimulai. Senada disampaikan olah wakil dari asrama Ruteng bahwa semua yang terjadi adalah ungkapan persaudaraan, sapaan. Maka hal yang baik ini harus diteruskan. Diakhiri dengan doa mohon keselamatan perjalanan olah Asrama Ruteng.
Jam 10.00 Foto Bersama di halaman samping aula
Jam 10.30 Sayonara see next ............Mbay

Galery foto kegiatan temu 4 asrama 24-26 Januari 2014: 











Jumat, 31 Januari 2014

RIP - Br. Pius, CSA

Hari Senin tanggal 20 Januari 2014, tepat pkl. 2 dini hari, Br. Pius telah dipanggil ke hadirat Sang pencipta di RS Elizabet - Semarang. Beliau masuk rumah sakit Hari Minggu pagi satu hari sebelum berpulang. Misa requiem berlangsung Heri Senin pkl. 11.00 di Gereja St. Maria Fatima, Banyumanik, Semarang. Pelayat yang hadir cukup banyak mengingat beliau adalah bruder yang sangat ramah dan sebagai mantan provinsial beliau punya relasi yang banyak. 
Keluarga besar dari Cupuwatu juga hadir dan menempati bangku keluarga di sebelah kanan gereja. Pemakaman dilaksanakan pkl. 13.00 di pemakaman umum Trunojoyo - Banyumanik. Mari kita berdoa agar jiwanya damai dan bahagia dalam Kerajaan Allah bersama para kudus di surga. Berikut beberapa foto yang diambil saat acara pemakaman.